Perdana, KPU Tanjabtim Pakai Sistem e-Rekap

232 views

MUARASABAK, RJC – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim)  akan menerapkan sistem e-rekap rekapitulasi elektronik (Sirekap), untuk pertama kalinya di Pilkada Serentak 2020. Penerapan Sirekap telah diatur dalam beberapa Peraturan KPU (PKPU), termasuk hasil revisi terbaru seperti PKPU Nomor 18 Tahun 2020 dan PKPU Nomor 19 Tahun 2020.

Abd Haris S. Ag menyampaikan secara teknis, cara kerja Sirekap memiliki perbedaan dari Situng, meski fungsi penerapan kedua sistem e-rekap tersebut tidak jauh berbeda. Sebagaimana di Pemilu 2019, penggunaan e-rekap di Pilkada 2020 tidak untuk rujukan utama penentuan hasil pemilihan, ucapnya ketika disambangi diruang kerjanya, Selasa siang ( 8/12/2020).

Dalam Pilkada Serentak 2020, penentuan pemenang pemilihan atau hasil pemungutan suara tetap merujuk kepada hasil rekapitulasi yang dilakukan manual dan berjenjang mulau ditingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS), kecamatan, kabupaten, dan khusus pilgub, sampai provinsi, terangnyanya.

Sirekap digunakan bukan sebagai rujukan utama penentuan hasil Pilkada 2020. Kata Haris,  salah satu  untuk mengurangi risiko penularan Covid-19, Hasil e-rekap dengan Sirekap, Haris menambahkan akan menyediakan informasi yang bisa diakses oleh panitia pilkada, peserta pilkada, dan masyarakat. Maka itu, gambaran umum hasil pemilihan bisa diketahui lebih cepat meskipun isinya tidak menjadi penentu pemenang Pilkada 2020.

Menurut Haris , Sirekap hanya sebagai alat publikasi hasil pemungutan suara, karena menganggap penerapanya di Pilkada 2020 sebagai tahap awal. KPU berencana menggunakan Sirekap sebagai alat utama penetapan hasil pemungutan suara pada Pemilu 2024.

Terdapat sejumlah perbedaan antara Sirekap dan Situng. Menurut Haris , Situng yang dipakai saat Pemilu 2019 memakai hasil scan formulir hasil pemungutan suara sebagai sumber data.Dalam Situng, sumber data utama adalah hasil scan (pindai) formulir C-1 (hasil pemungutan suara di TPS) yang dimasukkan datanya ke dalam sistem elektronik oleh petugas (tenaga manusia) dari KPU.”Tapi, kemarin, karena tenaga manusia sering ada salahnya, muncul tudingan macam-macam karena ada kesalahan pamsukan/entry data,” ujar Haris.

Sedangkan dalam Sirekap petugas KPPS mengirim hasil potret formulir C- Hasil KWK (dulu disebut formulir C-1) lewat aplikasi Sirekap yang terhubung dengan sistem pusat data milik KPU.

Begitu data foto C-Hasil masuk, sistem pusat data KPU akan melakukan proses rekapitulasi. Seluruh data yang terekapitulasi akan diuraikan menjadi rekapitulasi kecamatan dan rekapitulasi kabupaten.

Kalau KPPS di suatu daerah bisa menyelesaikan rekapitulasi )di tingkat TPS) 100 persen, jam 6 sore, sejak saat itu sudah bisa diketahui hasil pemungutan suara, paparnya.

Namun, karena Sirekap hanya jadi alat publikasi hasil pemungutan suara di Pilkada Serentak 2020, dan alat bantu bagi panitia pemilu, proses rekapitulasi hasil suara tetap dilakukan secara manual dan bernjenjang untuk penentuan pemenang pemilihan. Haris  mengklaim data yang dikumpulkan dalam Sirekap dipastikan aman, ungkapnya Haris. (4N5)

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait