Pesepeda di Kota Jambi Belum Padat Menjadikan Jalur Sepeda Belum Permanen

114 views
banner 468x60)

Kota Jambi – Peresmian jalur sepeda yang di lakukan pemerintah Kota Jambi pada bulan Desember tahun 2020 lalu dinyatakan belum permanen. Dalam satu hari dengan hitungan jam, jalur sepeda harus steril dari kendaraan bermotor dan mobil, agar bisa digunakan untuk pengendara sepeda.

Dengan hal itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jambi, Saleh Ridho menjelaskan bahwa tingkat penggunaan sepeda yang ada di Kota Jambi belum begitu padat, sehingga jalur tersebut tidak diharuskan selalu steril dari kendaraan yang parkir.

“Dengan kata lain, tingkat animo masyarakat Kota Jambi untuk bersepeda saat pandemi COVID-19 tidak cukup untuk membuat jalur sepeda tersedia setiap saat,” jelas Saleh Ridho saat di konfirmasi awak media, Rabu (17/02/21).

Dirinya juga mengatakan bahwa penggunaan jalur sepeda di Kota Jambi umumnya hanya berlangsung saat libur dan akhir pekan. Sedangkan penggunaan jalur sepeda untuk beraktivitas seperti ke kantor belum tampak di Kota Jambi.

“Saat ini penggunaan jalur sepeda banyak digunakan oleh masyarakat saat weekend saja dan belum digunakan sebagai transportasi untuk bekerja,” katanya.

Untuk melakukan sterilisasi pada jalur sepeda dari hari Senin sampai Jumat, dengan waktu 3 jam yakni pukul 06.00 sampai 09.00 WIB. Sedangkan untuk hari Sabtu dan Minggu, berlangsung pada pukul 16.00 hingga 18.00 WIB.

Saleh Ridho mengungkapkan, apabila sterilisasi dilanggar, maka sanksi akan di lakukan kepada pelanggar, yakni berupa penggembosan dan penilangan. “Apabila di langgar, kita akan lakukan sanksi tilang dan penggembosan kendaraannya,” ungkapnya.

Diketahui meningkatnya penggunaan sepeda di Kota Jambi yang berperan sebagai sarana transportasi untuk bekerja, maka jalur sepeda tersebut akan diberlakukan secara permanen.

Sementara itu, seorang pengendara sepeda, Defry menerangkan bahwa di dalam pembangunan jalur sepeda yang terletak di bahu Jalan Prof DR Sumantri Bojonegoro saat ini belum maksimal. Sebab, para pengendara sepeda umumnya tidak menggunakan jalur tersebut.

“Dilihat belakangan ini, pengendara sepeda kurang minta lewat area tersebut malah kebanyakan komunitas motor saja yang nongkrong,” terangnya.

Dirinya menambahkan, di dalam pembangunan jalur sepeda di Kota Jambi kemungkinan hanya untuk meningkatkan minat bersepeda, sekaligus mengurangi polusi udara.

“Ya mungkin saja Pemkot ingin meningkatkan penggunaan sepeda dan juga untuk mengurangi polusi udara,” pungkasnya.” tutupnya. (Dre)

Comments

comments

banner 468x60)

Pesepeda di Kota Jambi Belum Padat Menjadikan Jalur Sepeda Belum Permanen

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)