Polres Tanjabtim Sulit Ungkap Fakta Pencurian Buah Sawit 

103 views

MUARASABAK, RJC – Kapolres AKBP Andi Muhammad ichsan usman menyampaikan ada kasus Pencurian Buah Sawit di Desa Lagan Ulu Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jum’at 11 Maret 2022 di Lobby Polres Tanjabtim.

Kapolres menyampaikan untuk kronologi kejadian nanti dijelaskan Kasat Reskrim ucapnya kepada awak media. Dalam hal ini Kapolres untuk kasus ini
Penyidik polres sangat terbuka dan tranfaran, namun masih butuh proses penyelidik lanjut ungkapnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Tanjab Timur AKP Ridho Prasetya menceritakan kronologinya kasus pencurian buah sawit tersebut, pada 16 februari 2022 pukul 14.00 WIB Ridwan Sagala melaporkan pencurian buah sawit. Namun untuk terlapor belum ada, kemudian Pukul 17.00 WIB dihari yang sama Ridwan Sagala mengabarkan melalui Handpohe bahwa pencuri sedang masuk atau mengambil buah sawit di TKP.

Atas dasar laporan tersebut kami dari Polres mengutus 4 orang ke TKP, tidak dilihat aktifitas apapun, namun ditemukan mobil L300 membawah sawit ke RAM bukan di Kebun, hasil keterang dari pelapor bahwa mobil tersebut dari kebun yang dimaksud. Kemudian petugas menanyakan tidak mengetahui milik siapa, hanya membawah saja buah tersebut.

Arisman Lase dapat kuasa tiarma hubarat selaku pemilik kebun dengan bukti BPJB. Berdasarkan surat tersebut dari petugas lapangan belum dapat menyimpulkan kebun ini milik siapa, karna pihak pelapor hanya membawah fotocofy sopradik 12 nama orang lain dan juga surat keterangan jual beli seluas 23 HA tanda tangan kades saat itu namun tidak menunjukan BPJB tersebut. dan kita melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap notaris di Jakarta. Terlapor hanya memegang BPJB asli saja, jadi pihak kepolisian tidak bisa menduga-duga dengan bukti fotocofyan dan meskipun surat aslipun juga harus kita teliti apa benar keabsahanya, jadi kita tidak sembarang menindak, terang Kasat Reskrim.

Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak pengadilan Tanjab Timur salah satu panitera hanya ngobrol tidak melakukan pemeriksaan dan meminta pendapat. Beliau menyatakan ini kasus permasalahan perdata, karena BPJB dinotaris dan bila ada salah satu melanggar harus dibawah ke kasus perdata terlebih dahulu.

Untuk sementara kasus ini belum bisa meningkatkan kasus sidik sementara masih lidik, apa hasil pemeriksaan ditingkat notaris dan bila nantinya dinyatakan perdata kita juga akan memeriksa saksi ahli perdata kita akan arahakan keperdata, ya kita tunggu hasilnya, selanjutnya kami polres juga akan memanggil kedua belah pihak tersebut untuk diminta keterangan lebihlanjut, intinya seperti disampaikan pak Kapolres kami Polres Tanjab Timur terbuka dan tranfaran, nantinya penyidikan kasus ini dilanjutkan atau dihentikan. Tutup Kasat Reskrim. (4N5)

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait