Rektor Teken Surat Perjanjian, Massa Mahasiswa UIN STS Jambi Bubar Teratur

961 views

Jambi – Menjawab dari pertanyaan mahasiswa dalam unjuk rasa di kampus mendalo, Selasa (14/11). Rekor UIN STS Jambi Dr. H. Hadri Hasan, MA hadir langsung dihadapan ratusan mahasiswa tersebut.

Dalam kesempatan itu, Rektor UIN tersebut menjelaskan tuntutan mahasiwa yang pertama mengapa pasilitas kampus itu tidak seperti yang diharapkan. “Terkait air yang tidak lancar seperti yang kalian katakan itu, saya akui itu benar. Ac pun sama. Seemua yang terkait dengan listrik itu permasalahannya sama,” Kata Hadri dihadapan mahasiswa demo tersebut. Selasa (14/11).”Semenjak gardu yang depan ini pecah, kami sudah berencana untuk membelinya. Tapi saat kami hubungi orang pusat, mereka mengatakan kepada kami untuk ajukan proposal hanya untuk lab (laboratarium), jadi uang itu tidak bisa kami gunakan  untuk yang lain, karena dari awal dana itu hanya untuk lab,” Tambahnya lagi.

Selain itu, Hadri juga mengatakan terkait pembangunan jalan, dirinya tidak bisa untuk membuat jalan seperti yang diharapkan mahasiswa tersebut, akan tetapi kalau untuk menembun badan jalan yang rusak pihak kampus sanggup.”Kalau untuk membuat jalan seperti yang kalian minta, mungkin kami tidak sanggup. Karena kesediaan dananya tidak cukup, tapi kami akan mengusahakan dikit demi sedikit seperti penimbunan, itu pasti akan kami lakukan,” Pungkasnya.

Sementara itu, Dekat Syariah yang saat itu juga ikut hadir dihadapan ratusan mahasiswa tersebut, juga menjelaskan terkait tuntutan mahasiswa terkait KTM yang memungut biaya, dirinya memastikan tidak ada lagi pungunan biaya untuk KTM,  tapi bagi yang sudah punya rekening.”Kalau untuk KTM, itu tidak diurus deng pihak kampus. Tapi itu langsung ke pihak bank, dan pihak kampus tidak memungut biaya. Kalau pun ada biaya itu juga untuk mengisi saldo di rekening kalian, dan untuk kedepannya, saya pastikan tidak ada lagi pungutan biaya,” Jelas Dekat Syariah tersebut. (14/11).

Terkait masalah UKT, Wakil Rektor (Warek)II juga menjelaskan bahwa UKT itu adalah jumlah yang pling kecil untuk di UIN ini, jika digabung dengan BKT, itu adalah biaya untuk keseluruhan dikampus ini. “Saya kira adik-adik ini menerima informasi yang kurang tepat,” Terangnya.

Setelah mendengar semua penjelasan rektor dan seluruh pihak kampus yang terkait, akhirnya ratusan mahasiswa tersebut menerimanya dengan satu syarat rektor UIN tersebut harus tanda tangani surat perjanjian yang sudah disepakati bersama.

Sesuai dengan isi surat perjanjian tersebut, Korlap demo Ari kurnian mengatakan bahwa demi memastikan dan terealisasikan apa yang sudah disampaiakan pihak kampus kepada mereka, maka Rektor UIN tersebut harus tanda tangani surat perjanjian itu. Dan mengancam apabila dalam jangka waktu yang sudah ditentukan belum juga ada kejelasan, maka mereka akan berunjuk rasa kembali.”Sebagai bukti dan pegangan kami, bahwa pihak kampus akan menanggapi dan akan merealisasikan tuntutan kami hari ini, maka bapak harus tanda tangan di surat perjajian ini. Apabila setelah ini tidak ada kejelasan terkait masalah ini, maka kami akan datang lagi untuk demo disini,” Tegasnya.

Setelah surat perjanjian tersebut sudah ditanda tangani oleh Rektor UIN itu, ratusan mahasiswa unjuk rasa akhirnya membubarkan diri. Dan arus jalan yang semulanya ditutup, kembali dibuka.

Laporan Wartawan Provinsi Jambi (Syah)

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait