Sajian Gunakan Tafsi Masih Membudidaya

706 views

Beritaduo.com-Hidangan makanan hajatan mengunakan tafsi (nampan) masih membudaya. Budaya lama lama tersebut  terlihat ramai dipakai oleh warga seberang kota jambi serta kawasan Kelurahan Penyengat Rendah, Kecamatan Telanaipura.

Tradisi makan bersama duduk bersila menghadap tafsi, dalam sebuah acara ternyata tidak pudar di wilayah kota jambi, terpantau dalam sebuah acara syukuran dikediaman salah satu warga kelurahan penyengat rendah, yang memiliki hajatan ini masih menyanjikan hidangan dengan tafsi.

Menariknya lagi tafsi yang berisi nasi, lauk pauk, air minum serta buah-buahan sebagai makanan penutup ini disaji untuk satu tafsinya bisa dinikmati oleh dua hingga tiga orang.

Menurut Mansur/ tokoh masyarakat kelurahan Penyengat rendah, hajatan mengunakan tafsi ditempat mereka sejak dahulu hingga sekarang tidak pernah hilang, makanan hidangan ini melambangkan warga menjunjung tinggi rasa kebersamaan.”Kalau kami disiko dengan tafsilah makannyo selain menunjukkan kebersamaan yang makan jugo teraso puas.” tuturnya.

Selain dikawasan penyengat rendah, dijelaskan Mansyur, hajatan mengunakan hidangan Tafsi juga masih banyak dipakai oleh warga Seberang Kota Jambi, dan sebagian warga muarojambi.” ungkapnya.(B2)

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait