Shalat Idul Adha di Pesantren Al-Inayah Digelar Secara Internal

535 views

 

Penulis : Santri Pesantren Al-Inayah Kabupaten Tebo

Tebo- Pondok Pesantren Al-Inayah, Desa Perintis, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi menggelar shalat Idul Adha 1442 untuk kalangan internal pesantren di halaman pesantren setempat.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al-Inayah Hj Sumiyati Khilyatun Khasanah kegiatan ini mulai dipersiapkan sejak pukul 06.30 WIB. Shalat Idul Adha berjalan dengan lancar dan khusyuk.

“Shalat Id tahun ini, digelar sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya, Selasa (20/7/2021).

Tokoh agama yang biasa disapa Umy Al-Inayah ini menjelaskan shalat Idul Adha di di Pesantren Al-Inayah tidak dibuka untuk umum. Hal ini karena menghormati anjuran pemerintah dalam menurunkan kasus Covid-19.

Jama’ah yang diperkenankan ikut shalat Idul Adha ini hanya pengasuh pesantren, keluarga dzuriyah, dewan asatidz, pengurus, dan santri yang telah berada di area pesantren.

Dalam praktiknya, Pondok Pesantren Al-Inayah 1 (putri) mengadakan shalat Idul Adha di area pesantren sendiri. Tidak ada orang luar. Begitu juga dengan Pesantren Al-Inayah 2 (putri VIP) dan Al-Inayah 3 (putra) mengadakan shalat Idul Adha di aula pesantren.

“Shalat Id berjamaah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” imbuhnya.

Umy Al-Inayah menambahkan, bagi masyarakat sekitar pesantren yang ingin menggelar shalat Idul Adha maka diperkenankan untuk shalat Idul Adha di masjid baratnya Pesantren Al-Inayah 1.

“Masyarakat sekitar Pesantren Al-Inayah telah diberikan tempat khusus di masjid yang berlokasi sebelah barat Pesantren Al-Inayah 1,” tegasnya.

Pemisahan ini, kata Umy Al-Inayah adalah upaya pesantren untuk mencegah kerumunan. Pembagian jamaah shalat Id juga untuk menghindari kontak secara langsung antarmasyarakat sekitar dengan santri dan asatidz di lingkungan Pesantren Al-Inayah.

Sesuai shalat Idul Adha, Pesantren Al-Inayah menyembelih hewan kurban. Daging kurban akan dinikmati oleh para santri putra maupun putri. Daging kurban akan dimasak bersama untuk makan santri dan dibagikan setelah matang ke masyarakat sekitar Pesantren Al-Inayah.

Pondok Pesantren Al-Inayah memiliki ribuan santri yang tersebar di enam pesantren cabang. Khusus di Desa Perintis ada tiga cabang.

“Semua santri dan peserta shalat Idul Adha diwajibkan membawa peralatan ibadah sendiri. Protokol kesehatan ketat diterapkan,” tutup Umy Al-Inayah.

 

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait