Siswa SD Ini Belajar di Kelas yang Hampir Roboh

910 views

rakyatjambi.co,KUALA TUNGKAL- Murid
Sekolah Dasar Negeri (SDN) 24/V Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Jambi saat ini tidak tenang dalam mengikuti proses belajar mengajar.

Penyebabnya, lantaran lantai dua bangunan sekolah mereka sewaktu-waktu dapat ambruk dan membahayakan.”Kami takut ambruk pak,”terang salah satu murid laki-laki di SDN 24 Kecamatan Tungkal Ilir,Rabu (12/10).

Khawatir dengan para muridnya tertimpa bangunan sekolah, maka untuk sementara pihak sekolah menopang bangunan lantai dua itu dengan tiang kayu.

Sekolah yang berlokasi di Kelurahan Kampung Nelayan ini memiliki 9 ruang kelas. Kondisi bangunan lantai duanya mengancam keselamatan murid-murid yang sedang belajar.”Khawatir roboh, Lantai dua sekolah ditunjang menggunakan kayu agar tidak goyang. Hal ini sangat membahayakan murid-murid kami. Kalau sampai roboh, kami tidak tahu harus berbuat apa,”kata Kepala Sekolah SDN 24 Kecamatan Tungkal Ilir, Asnawi.

Asnawi menjelaskan, terkait dengan kondisi bangunan lantai dua yang nyaris roboh, dirinya telah menyurati pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanjabbar untuk segera mengambil tindakan.”Kami sudah menyurati Dinas terkait, dan berharap kedepan ditindaklanjuti dan diperbaiki secepatnya lantai dua yang nyaris roboh ini,”harap Asnawi.

Sekolah yang memiliki murid 478 orang ini tampak seperti sekolah yang memprihatinkan. Selain itu, sekolah plat merah ini juga kekurangan ruang kelas, ruangan kantor Kepala Sekolah dan guru.

Ruang kantor Kepala Sekolah yang ada saat ini dijadikan satu ruangan dengan ruang guru, dan asal ruangan guru dan Kepala Sekolah tersebut adalah ruang kelas murid.

Untuk menjaga agar proses belajar mengajar tetap berjalan baik dengan keterbatasan ruang kelas yang ada, pihak sekolah terpaksa menerapkan sistem shift (gantian dalam menggunakan ruang kelas).”Terpaksa menerapkan sistem berlajar dua shift. Kelas satu, kelas dua dan tiga mulai masuk kelas di pagi hari. Sedangkan, kelas empat, lima dan kelas enam mulai masuk kelas siang hari,”terang Asnawi.

Namun demikian, lanjut Asnawi, sistem shift ini tidak akan berlangsung lama, hal ini dikarenakan SD yang ia pimpin tersebut telah mendapat bantuan 4 ruang kelas baru yang saat ini masih dalam proses pembangunan.“Sekarang sedang dibangun empat ruang kelas baru, kemungkinan mencukupi untuk semua murid. Jadi tidak ada lagi system shift berlajar,” tandas Asnawi. (eco)

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait