Soal P3K yang Dibahas HM bersama Mulyadi Dipertegas Walikota Fasha 2021 Formasi-nya Dibuka

442 views
banner 468x60)

 

KOTAJAMBI – Tenaga guru honorer Dinas Pendidikan Kota Jambi, bakal semakin bahagia, menyusul adanya rencana Walikota Dr. H. Syarif Fasha, ME membuka formasi rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2021 mendatang untuk kemudian disampaikan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia .

Kepada awak media Selasa kemarin, Fasha menerangkan, bidang formasi yang akan di buka nantinya akan ditentukan oleh pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Jambi berkoordinasi dengan Dinas terkait. Karena kata Walikota Jambi dua periode ini, setiap sekolah beda kebutuhan.

“Untuk saat ini yang saya lihat, sekolah-sekolah di Kota Jambi kekurangan Guru Bimbingan Penyuluhan (BP) dan kemungkinan untuk Guru BP yang akan kita usulkan lebih banyak,” terang Walikota Fasha.

Sebelumnya terkait adanya peluang bagi tenaga guru honorer untuk menjadi P3K dari Kemendikbud RI, juga diusulkan oleh H. Muslim anggota DPRD Kota Jambi,  kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Mulyadi, dalam hearing bersama Komisi IV. 

Selain mengusulkan P3K, HM dalam pertemuannya bersama Mulyadi, juga mengusulkan agar Pemerintah Kota Jambi, membuka penerimaan tenaga guru honorer.

Menjawab aspirasi dari politisi Partai Gerindra yang akrab disapa HM itu, dihubungi wartawan media ini melalui telepon genggam-nya Mulyadi, mengaku sepakat. Kata dia,  program mulia Pemerintah Kota Jambi, dibawah kepemimpinan Walikota Dr. Syarif Fasha, ME dan Wawako Dr. dr. Maulana, MKM, lewat Dinas Pendidikan Kota Jambi untuk mensejahterakan tenaga guru non PNS tersebut, memang akan mengusulkan guru honorer menjadi PPPK/P3K. “Sekarang kita sedang mendata tenaga guru honor untuk diusulkan ke Kementerian Pendidikan Republik Indonesia menjadi P3K, kemudian Guru honor yang sekarang dibayarkan dengan anggaran APBD melalui BOSDA Insya Allah tahun depan juga ada kenaikan honor sesuai arahan Pak Wali, ” tutur Mulyadi, belum lama ini.

Soal penerimaan guru honor, tambah Mulyadi, sepanjang itu memang menjadi kebutuhan sekolah, akan mereka pertimbangkan. “Jika ada guru yang pensiun, untuk menjamin keberlangsungan KBM maka kita sepakat akan merekrut guru honor. Tapi dengan ktiteria tertentu seperti yang di sampaikan HM tadi harus berlatar belakang sarjana pendidikan. Usulan sekolah untuk mengangkat guru honor kita akan kaji terlebih dahulu, apakah memang kekurangan guru, Jam ngajarnya cukup atau tidak, kita analisis dulu. Jika berdasarkan analisis yang kita lakukan, sekolah tersebut memang butuh guru honor untuk mengganti guru yang sudah pensiun maka kita akan rekrut guru honor, ” tambah Mulyadi. (opi)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)