Walikota Tinjau Proyek Fisik

1019 views

27syfasha

rakyatjambi.co – Pekerjaan fisik yang menggunakan anggaran pemerintah saat ini mulai dilaksanakan. Guna memastikan proyek di Kota Jambi berjalan sesuai rencana, Walikota Jambi pada Sabtu, (20/8) meninjau sejumlah proyek yang ada.

Dimulai dari RSUD Abdul Manap Kota Jambi.  Rencananya, Pemkot akan membangun rumah susun (Rusun) dibelakang RSUD tersebut. Selain itu, RSUD ini nantinya akan dirombak total mulai dari halaman depan, dan penambahan ruang rawat inap sebanyak 40 kamar.

“Sedang kita usulkan ke pusat, Rusunawa ini nanti bisa digunakan untuk tempat tinggal karyawan,” ujar Walikota Jambi SY Fasha, kepada wartawan.

Disela–sela meninjau proyek itu, Fasha sempat marah ketika melihat suasana ruangan resepsionis yang tampak gelap. Selain itu kondisi parkir yang semrawut sempat membuatnya tampak geram.

Apalagi saat mengetahui pengelola parkir di RSUD Abdul Manap tersebut hanya menempatkan dua orang penjaga parkir, dan dikelola oleh pemuda setempat.

“Saya minta ini dibenerin, jangan hanya pas kendaraan keluar ada petugas parkir, sementara pas masuk tidak ada petugasnya. Saya tidak mau seperti itu, kalau masih ada, nanti saya ambil alih,” tegasnya.

Ia juga menanyakan system pengambilan obat yang masih manual. “Kenapa ini masih manual, seharusnya tidak perlu teriak-teriak lagi, pakai nomor antrian,” tambahnya.

Setelah selesai meninjau pembangunan proyek dan pelayanan di RSUD Abdul Manap, Fasha melanjutkan peninjauan ke Pasar Aurduri. Selanjutnya, ia juga meninjau pembangunan irigasi di daerah Kaligawe Kanan.

“Sesuai program pak presiden, ini kita bangun untuk peningkatan pangan. Sebab Kota Jambi masih memiliki 1.600 Ha areal persawahan dan yang terbesar ada di Danau Teluk ini,” katanya.

Menurut Fasha, ada empat kegiatan yang didanai baik dari APBD maupun APBN melalui dana DAK. Total anggaran mencapai sekitar Rp 9 miliar dan dana DAK sebesar Rp 25 miliar.

Sejauh ini, perkembangan proyek-proyek fisik itu hingga pertengahan Agustus 2016 ini masih tertinggal. “Ini karena masalah banjir, saya lihat juga air sedang tinggi,” katanya lagi.

Ia berharap, sampai Desember 2016 proyek-proyek ini dapat selesai. “Saya ingatkan Dinas PU untuk mengadakan rapat membahas ketertinggalan fisik ini bersama dengan pihak terkait. Kalau tidak segera diatasi ini akan telat dan tidak tepat waktu,” pungkasnya.(adv)

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait