Worshop Politik Fisipol Unja Datangkan Profesor dari Departemen Of Strategic Studies on Asia

498 views

JAMBI–Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Jambi (Unja) tidak pernah lelah mengasah otak sebagai bekal akademisi untuk diimplementasikan terhadap mahasiswa asuhannya, serta stakeholder terkemuka lainnya.

Orang-orang hebat level Asia turut didatangkan Fisipol Unja untuk mengisi kegiatan yang dicetusnya, seperti dalam worshop politik yang diselenggarakan di BW Luxury Hotel Jambi, Selasa 30 April 2019, Prof. Anis Bajrektarevic dari departemen Of Strategic Studies on Asia, International Institute for middle –East and Balkan Studies, Ljubljana, Slovenia, didatangkan jadi pemateri.

Lebih detail, Workshop ini merupakan upaya Fisipol dalam mengembagkan kurikulum yang dapat diaplikasikan wawasan Stakeholder dan dunia keilmuan. Salah satunya menghadirkan narasumber yang kredibel dan berprestasi.

Kegiatan yang berlangsung hotel bintan empat tersebut mengusung dua tema besar yakni Multikulturalisme dan Politik Islam. Materi yang disampaikan juga ialah mengenai hubungan kerjasama antara negara-negara, kontras dan membandingkan multikutruralisme Asia dan negara di dunia, dengan menggunakan penjelasan melalui peta dunia.

Sebelum masuk dalam materi Workshop kali ini Prof. Anis Bajrektarevic menyampaikan kesannya mengenai Indonesia dan bagaimana pelayanan yang diberikan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jambi. Dengan merasa sangat terhormat dengan diundangnya ke Universitas Jambi untuk berbagi pengalamannya mengajar di Universitas Slovenia kepada peserta workshop.

Dalam penyampaiannya Prof. Anis Bajrektarevic mengatakan bahwa saat sekarang ini adanya power-power negara baru dibidang ideologi, ekonomi, dan politik. Bagaimana power yang dimiliki oleh negara penguasa mampu mempengaruhi negara-negara di Asia, Eropa, dan dunia pada umumnya. ”Sebelumnya khususnya di Asia negara power itu identik dengan Korea dan jepang akan tetapi saat ini beralih ke China, saat ini dalam penyampainnya bahwa China sudah menjadi negara Super Power dibidang ekonomi terkhususnya. Dengan hadirnya negara super power negara-negara lainnya diharapkan mampu menjalin kerjasama dengan cara MOU, perdagang dan lain sebagainya, ” ujar dia.

Dalam diskusi workshop kali ini Cholillah Suci Pratiwi. S.IP,.M.A (Dosen Fisipol) yang juga menjadi peserta workshop memaparkan pertanyaan bahwa dalam artikel Why China can’t win the trade war, kenapa China dianggap tidak mampu memenangkan perdagangan, sementara China adalah negara yang memiliki powerdan mengapa negara-negara kecil sekitarnya saja seperti Indonesia bisa bersaing dengan trade war dan perang perdagangan tadi.

Menjawab pertanyaan itu, Prof. Anis Bajrektarevic mempunyai pandangan tersendiri mengenai hal ini, katanya China tidak memiliki power untuk menguasai negara-negara lain serta hubungan kerjasama yang baik dengan negara lain, ” bebernya menegaskan.

Penulis: Heddika Siregar dan Misda Mulya (Rispen dan tim redaksi Fisipol)

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait