Harga Daging Hampir Menyentuh Angka 150 Ribu Perkilo, Warga Kembar Lestari 1 Sumbangan “Bantai” Sapi

537 views
banner 468x60)

Apryanto : Selain Biso Memenuhi Kebutuhan Daging Segar dengan Hargo Terjangkau Kito Warga Jugo Biso Mempererat Jalinan Silaturahmi
JAMBI–Prediksi warga H-1 Puasa harga daging sapi yang digantung pedagang melonjak naik tidak meleset. Terpantau disejumlah lokasi pasar harga daging hampir menyentuh angka Rp 150 ribu perkilo gram.
Beruntung sebagian kecil warga tidak merasakan kecewa dengan perubahan harga daging, karena dari jauh hari sebelum memasuki bulan puasa, mereka (warga-red) sudah mengambil langkah-langkah yang meringankan beban belanja dapur.
Salah satu warga yang pandai mensiasati kondisi pasar daging itu adalah, warga Komplek Perumahan Kembar Lestari 1, RT 45, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.
Hindari harga daging mahal warga yang berdomisili di kecamatan pemekaran Kecamatan Kota Baru ini membentuk persatuan pemotongan sapi, beranggotakan 36 orang untuk satu ekor sapi. “Masing-masing anggota kami dibebankan cuma Rp 250 ribu, pokoknya satu ekor sapi kita bagikan sama rata, ” ungkap Aprianto, Koordinator Persatuan Pemotongan Sapi di RT 45 ini kepada Koran Harian Pagi Pedestrian Jambi, kemarin.
Pria yang akrab disapa Pak Monik ini menjelaskan, ide membentuk persatuan pemotongan sapi sebenarnya ide warung kopi, merasa rencana itu murni untuk membangun kebersamaan, kemudian mereka (penggagas-red) mencoba menawarkan kepada warga, dan ternyata mendapat respon yang cukup tinggi.”Ini yang pertamo sekali kami laksanakan, dak nyangko eh dua hari absen berjalan kuota langsung penuh jadi yang belum bisa diakomodir terpakso ado yang jadi peserta bebagi dengan tetanggo sebelah, kami jugo minta maaf kepada warga yang belum bisa ikut ini baru kito cubo-cubo, ” terangnya yang diamini Bendahara Pemotongan Sapi 45, Jumardin.
 
Menginggat tujuan persatuan pemotongan sapi 45 sangat mulia sesuai dengan momennya menyambut bulan puasa untuk memupuk rasa kebersamaan, sambung pria yang notabenenya juga sebagai guru di SD Negeri 47, Kota Jambi ini, dalam prosesi pemotongan hingga penimbangan daging yang dilakukan di komplek perumahan setempat, Sabtu pagi 04 Mei 2019 kemarin itu, tidak melibatkan pihak luar, melainkan seluruh peserta melekat jadi panitia. “Selain biso memenuhi kebutuhan daging segar dengan hargo yang terjangkau melalui wadah ini kito warga jugo biso mempererat jalinan silaturahmi apo lagi waktu pemotongan kito ngesop bareng, ” imbuhnya meniru bahasa kekinian.
 
Setelah prosesi pemotongan kelar, para peserta terlihat semuanya puas dengan ide persatuan pemotongan sapi 45, selain bangga bisa bersatu, kuantitas pembagian daging juga memuaskan, yang prediksi semula hanya 1,5 kilogram perorang, usai pembagian daging yang dibawa pulang mendekati angka 4 kilo gram per orang. (yop)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)