Mubazir Banget, Bangunan Pasar Tradisional Pelabuhan Dagang Terbengkalai

banner 468x60)

photomirror_2016101483330109Laporan Wartawan Rakyatjambi.co, Eko wijaya

rakyatjambi.co,KUALA TUNGKAL-Suasana dua bangunan permanen Pasar tradisional di kelurahan Pelabuhan Dagang, Kecamatan Tungkal Ulu yang letaknya jauh dari jalan raya terlihat lengang dan kosong.

Semua pedagang enggan menempatinya dan lebih memilih berjualan di sekitar bangunan pasar lama yang letaknya strategis karena berada di pinggir jalan raya.

Alasan para pedagang pasar menolak menempati bangunan pasar senilai ratusan juta rupiah yang pembangunannya bersumber dari APBD kabupaten itu karna situasinya sepi, selain itu bangunan pasar mati itu tak bisa digunakan karna setiap hujan deras selalu mengalami kebanjiran.

Karena tidak ada yang menempati, bangunan pasar terlihat tidak lagi terawat. Sejak selesai akhir 2013, bangunan pasar belum sama sekali dimanfaatkan oleh pedagang.

Yang lebih ironi lagi, bangunan pasar tak bertunggu ini terkesan asal jadi. hal ini terbukti belum saja digunakan dinding lapaknya rata rata mengalami keretakan yang disebabkan oleh speck bangunan yang amburadul.”Kami dari kelurahan sudah mengarahkan disini (Bangunan pasar baru) cuma ini mungkin ada banjir, tepatnya kurang strategis karna takk berada di lintas timur, itulah faktor yang menyebabkan pedagang kurang mau. Bangunan ini dibangun tahun 2013 pak dan belum pernah ditempati,”ujar Labas, Kasi Pemerintahan Kelurahan Pelabuhan Dagang, Jumat (14/10/16).

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tanjab Barat, Budi Azwar sangat menyayangkan terhadap adanya bangunan pasar tradisonal di Pelabuhan Dagang yang terkesan asal asalan itu.”Sangat disayangkan, Saya kan pertama masyarakat sini dan juga saya selaku anggota Dewan di Dapil 4 ini ya seolah olah terabaikan. Seolah olah dinas perencanaan ini PU dan Dinas Perdagangan membuat bangunan ini asal asal jadi aja. Kita ga tau apakah mereka membuat bangunan ini sekedar direncanakan saja akan tetapi manfaatnya untuk masyarakat tidak ada,”ungkap Budi Azwar.

Dia menambakan, bangunan pasar tersebut dinilai sangat mubazir. Selaku wakil rakyat Buzi berharap kepada pemerintah Kabupaten Tanjab Barat segera di tindak lanjuti.”Mari kita pertanyakan dulu kepada masyarakat, jangan membangun asal mmembangun. Nah kalau sudah oke baru kita rencanakan pembangunan itu, jangan dibangun tapi tidak bisa bermaanfaat bagi masyarakat,” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Anggota Komisi II DPRD Tanjab Barat lainnya, Adam, Adam menjelaskan harusnya dalam pembangunan pasar tradisonal ini pemerintah terlebih dahulu melihat situasi dan kondisinya dan jangan asal buat.”Desprindag bertanggung jawab atas hal ini, saya berharap pemerintah kabupaten kroscek kembali dan selesaikan masalah bangunan pasar yang mubazir ini,” ujar Adam.

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)