Terkendala Sumber Air, Program Cetak Sawah Tersendat

668 views
banner 468x60)

IMG-20160812-WA0002

” Petani Sarolangun tinggalkan Ratusan hektar sawah”

Laporan Surya Kurniawan, Sarolangun

rakyatjambi.co SAROLANGUN–Program cetak sawah untuk ketahanan pangan di Kabupaten Sarolangun belum berjalan maksimal. Terbukti hingga saat ini ratusan hektare sawah yang telah dibuka tak digarap oleh petani.

Seperti yang terdapat di Desa Ladang Panjang, Kecamatan Sarolangun, sebanyak 26 hektare sawah yang dibuka oleh TNI tidak digarap. Petani setempat beralasan kesulitan untuk mendapatkan sumber air.“Macam mano nak di garap, air untuk sawah bae tidak ado, jadi percuma jugo,” ungkap Wahab petani desa setempat.

Belum digarapnya ratusan hektare sawah program cetak sawah 216 tersebut dibenarkan oleh Dandim 0420/Sarko Letkol Inf.Budiawan Basuki. Dandim mengatakan selain di Desa Ladang Panjang ada juga program cetak sawah yang dibuka pada 2012 lalu hingga saat ini belum pernah digarap.”
Di Mandiangin ada sekitar 140 hektare sawah yang dibuka 2012 hingga sekarang juga tak digarap,” sebut Dandim pada acara rapat koordinasi percepatan pelaksanaan budidaya serealisasi 2016 di Aula Hotel Abadi.

Dandim mengakui, bahwa tak digarapnya ratusan sawah tersebut karena kesulitan air. Sebab lahan sawah tersebut mengandalkan tadah hujan.
Kondisi irigasi yang ada kabarnya juga tidak baik, sehingga tidak bisa mengaliri persawahan ujarnya. Dirinya mengaku kecewa dengan tak digarapnya sawah-sawah yang telah dibuka tersebut. Sebab hal itu bisa membuat program pemerintah untuk ketahanan pangan gagal.

Kepada para petani, Dandim juga mengharap agar bisa segera melakukan penanaman padi pada sawah yang telah dibuka. Jika ada hal yang menjadi kedala agar bisa dikoordinasikan dengan pihaknya serta instansi terkait seperti dinas pertanian.

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)