Harga Cabe Merah Masih Tergolong Tinggi, Ariansyah : Musim Kemarau Mempengaruhi Hasil Produksi

635 views

Jambi – Saat ini harga cabe masih tergolong tinggi, di pasar tradisional dalam Kota Jambi menunjukan harga cabe merah naik Rp 14.000 perkilogramnya dari harga Rp 56 ribu menjadi Rp. 70 perkilogramnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi Ariansyah mengatakan mahalnya harga cabe tersebut salah satunya disebabkan oleh musim kemarau atau musim kekeringan. Musim kemarau tersebut, juga mempengaruhi hasil produksi ditingkat petani cabe.

” Saat ini harga cabe ditingkat petani masih tinggi, tadi malam harga cabe mencapai Rp 54 ribu sampai Rp 56 ribu perkilonya. Kemudian margin antar, dan sebagainya pagi ini mencapai Rp 68 ribu sampai Rp 70 ribu,” katanya, Selasa (16/7/19).

Hal tersebut dikarenakan, Provinsi Jambi memasok pasokan dari luar daerah seperti Pulau Jawa Tengah, seperti Mutilang, Magelang, Purworejo, Wates dan sebagainya.

” Kita anggap ini bukan masalah di rantai dagang, kalau permasalahan di rantai dagang kita bisa masuk di rantai perdagangan, dimana titik yang bisa menaikkan harga. Tetapi masalahnya suplaynya yang kurang,” katanya.

Dirinya menjelaskan, kebutuhan cabe di Provinsi Jambi mencapai 30 ton perhari, namun akibat musim kemarau ini hanya dapat memasok sekitar 6 ton cabe perharinya

Upaya yang dilakukan untuk mengatasi harga cabe yang melonjak, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas terkait, bisa atau tidak pihaknya membeli langsung cabe ditingkat petani dan melakukan Operasi Pasar (OP) lalu menjualnya ke masyarakat.

” Kita putus rantai distribusi, kita mulai dengan cabe lokal, dan cabe lokal sedang dicari dan ternyata harganya juga sama mahalnya sama di Jawa, Harganya 50 perkilo. Artinya harga cabe ditingkat petani memang masih tinggi,” tutupnya. (*/Syah)

Comments

comments

Ariansyah : Musim Kemarau Mempengaruhi Hasil Produksi Harga Cabe Merah Masih Tergolong Tinggi

Penulis: 
    author

    Posting Terkait