Industri Hulu Migas jadi Motor Ekonomi Daerah, PetroChina Penyumbang Terbesar untuk Jambi

84 views

Rakyatjambi.co | TANJABTIM — Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) terus membuktikan perannya sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah. Melalui berbagai skema penerimaan seperti Dana Bagi Hasil (DBH) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sektor migas, kontribusi sektor ini menjadi tulang punggung pendapatan daerah, termasuk di Provinsi Jambi.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pertamina, Rinto Pudyantoro, menegaskan bahwa industri hulu migas memiliki dampak ekonomi yang luas dan berlapis bagi daerah penghasil.“Kontribusi hulu migas terhadap daerah dapat dilihat secara langsung dari Dana Bagi Hasil (DBH) migas dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) migas. Ini adalah penerimaan yang masuk ke kas daerah dan menjadi bagian penting dalam APBD,” ujarnya di Jakarta, Kamis (2/4/2026) lalu.

Menurut Rinto, DBH migas merupakan bagian dari penerimaan negara yang dialokasikan kembali ke daerah penghasil, sementara PBB migas menjadi salah satu sumber pajak terbesar yang menopang keuangan daerah. Bahkan secara nasional, sektor migas menyumbang hampir setengah dari total penerimaan PBB.“Yang menarik, sekitar 98 persen dari penerimaan tersebut didistribusikan kembali ke daerah. Ini menunjukkan betapa besar manfaat ekonomi sektor migas bagi wilayah penghasil,” jelasnya.

Di tingkat lokal, kontribusi tersebut sangat terasa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Aktivitas operasional PetroChina International Jabung Ltd tercatat memberikan sumbangan terbesar terhadap pendapatan daerah.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan Republik Indonesia tahun 2025, sektor migas di wilayah ini menyumbang sekitar Rp698 miliar melalui DBH migas dan sekitar Rp280 miliar dari PBB sektor migas. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di Provinsi Jambi.

Kontribusi besar ini berperan penting dalam mendukung pembangunan daerah, mulai dari infrastruktur, pendidikan, layanan kesehatan, hingga program peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Lebih jauh, Rinto menekankan bahwa dampak industri hulu migas tidak hanya berhenti pada penerimaan langsung, tetapi juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang signifikan.“Aktivitas hulu migas menciptakan efek berantai, seperti membuka lapangan kerja, mendorong perputaran ekonomi lokal, serta menopang sektor lain seperti kelistrikan dan industri,” ungkapnya.

Dengan kontribusi yang terus berlanjut, industri hulu migas diharapkan tetap menjadi pilar strategis dalam pembangunan ekonomi daerah. Sinergi antara pemerintah, pemerintah daerah, dan pelaku industri pun dinilai menjadi kunci untuk mengoptimalkan manfaat sektor ini secara berkelanjutan. (Rudi)

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait