Harga Minyak Goreng Kemasan Turun, Stok di Minimarket Kosong

488 views

Muara Bulian – Pasca ditetapkannya harga minyak goreng sebesar Rp.14.000 perliternya, oleh Kementrian Perdagangan. Hal tersebut memicu terjadinya kekosongan terhadap ketersediaan minyak goreng kemasan di Minimarket yang ada di Kabupaten Batanghari, yang di akibatkan membludaknya konsumen yang memburu minyak murah. Kamis (20/01).

Pegawai Minimarket di Batanghari Ega Kurnaini mengatakan, Sejak kemarin harga minyak goreng kelapa sawit telah ditetapkan Pemerintah Pusat untuk mencantumkan harga minyak sebesar Rp.14.000 perkilonya, baik dipasaran maupun minimarket. Atas adanya penetapan harga tersebut, membuat stok yang ada saat ini habis dan tinggal hanya minyak goreng kelapa.

“Kekosongan minyak goreng kemasan tersebut sudah terjadi sejak sore kemarin, akibat tingginya jumlah permintaan. Namun, Berdasarkan ketentuan dari Pemerintah untuk setiap pembeli atau konsumen hanya di perbolehkan membeli maksimal 2 pcs minyak goreng saja, dan tidak boleh lebih,”Sebut Ega.

Ega menambahkan, untuk saat ini, pihak Minimarket sendiri belum dapat memastikan kapan minyak goreng akan kembali tersedia, mengingat masih menunggu adanya pasokan dari distributor.

Sementara itu, salah seorang pelaku UMKM Devi mengatakan, dirinya merasa sangat bersyukur atas turunya harga minyak goreng dari biasanya Rp.19.000 menjadi Rp.14.000.

“Atas turunnya harga ini, pastinya begitu berdampak terhadap usaha kecilnya yang sehari hari membutuhkan minyak, sehingga secara otomatis omset penjualannya pun bisa kembali meningkat, dari sebelumnya yang cinderung mengalami kerugian, akibat harga minyak yang begitu tinggi,”Terangnya

Dengan demikian, dirinya juga berharap, kedepan Pemerintah dapat berupaya kembali menstabilkan harga minyak goreng, sehingga masyarakat kecil dan umkm bisa tidak lagi menjerit.

“Sebelumnya harga minyak goreng kemasan sempat melambung tinggi di pasaran, dengan harga jual mencapai Rp.19.000 hingga Rp.20.000 perliternya. Yang jelas jika harga normal seperti biasanya atau hanya mencapai Rp.12.000 saja perkilonya, sudah pasti masyarakat yang berpendapatan kecil dapat tertolong,”Ujarnya.(RUD)

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait