Pembangunan RKB SMKN 1 Merangin Dinilai Mubazir

1077 views

Beritaduo.com, MERANGIN-Pembangunan gedung sekolah dua lantai di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Merangin yang tidak bisa difungsikan, mendapat sorotan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Merangin.

Ketua LSM Papinhas, Masduki mengatakan, uang rakyat miliaran yang digelontorkan untuk pembangunan sarana prasarana penunjang pendidikan di Merangin, terkesan sia sia. Bahkan dia mengatakan, jika uang rakyat itu mubazir.

‘’Ini sama saja mubazir namanya, uang rakyat yang digelontorkan untuk pendidikan, tidak bisa dimanfaatkan,’’ucapnya.

Masduki mengatakan, ada dugaan korupsi dalam pembangunan gedung Ruang Kelas Baru (RKB) yang dilakukan pihak ketiga. Karenanya, dia berharap agar aparat penegak hokum di Provinsi Jambi tidak memejamkan mata terkait permasalahan ini.

‘’Jelas ini ada ketidakberesan dalam pembangunan gedung itu, kita minta aparat penegak hukum tidak tutup mata terhadap permasalahan ini. Ini uang rakyat, aparat harus bertindak tegas,’’katanya.
Sebagaimana diketahui, pembangunan RKB dua lantai di SMKN 1 Merangin dibangun sejak tahun 2012 lalu. Setelah dibangun, ruang kelas ditingkat dua hanya ditempati tak kurang dari satu semester. Itu lantaran kondisi bangunan tingkat atas tidak memungkinkan untuk digunakan. Kondisi yang goyang dan rapuh dikhawatirkan akan menyebabkan bangunan tersebut ambruk.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Merangin langsung bertindak cepat terkait hal ini. Wakil Bupati Merangin, Khafid Moein, Jumat (11/9) kemarin langsung turun ke SMKN 1 untuk melihat langsung kondisi bangunan tersebut. Didampinggi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Merangin, Mashuri dan Kepala Sekolah SMK I, Horizon, Wabup mengecek keadaan sekolah itu.

‘’Memang terasa bergoyang gedungnya,” ujar Wabup saat mengecek langsung di lokasi.
Wabup mengatakan, kondisi gedung sekolah tersebut telah disampaikan ke Diknas Provinsi Jambi. Diknas Provinsi Jambi kata Wabup, juga telah melihat keadaan bangunan itu.
‘’Karena ini proyek provinsi, kita sampaikan ke Provinsi. Pak bupati langsung yang menyampaikannya,”ujar Wabup.
‘’Dari keterangan Kepala Sekolah, pihak Disdik Provinsi bersama kosultan kemarin (Kamis, 10/9) telah melihat keadaan gedung ini,” tambah Wabup.

Sementara, Kepsek SMK N 1 Merangin, Horizon mengatakan, tim dari provinsi telah turun langsung ke lapangan untuk memeriksan kondisi gedung yang sudah lebih kurang tiga tahun terbengkalai karena tidak bisa digunakan.
‘’Ya tim dari Provinsi, yakni PPTK dan Konsultan serta Tim dari Disdik Provinsi Jambi telah telah turun langsung mengecek keadaan gedung,” ujar Horizon.

Dikatakan Horizon, pada saat peninjauan tersebut, pihak Konsultan dan PPTK menyatakan bahwa gedung tersebut memang tidak bisa digunakan, dengan demikian dikatakannya tidak ada pilihan lain harus direhab.
Dijelaskannya, dari hasil pengecekan Disdik Provinsi untuk bisa memanfaatkan bangunan ini, maka akan dilakukan perbaikan. Perbaikan dilakukan dengan menambah tiang tengah gedung dua lantai tersebut.
‘’Pada saat meninjau kesini, Konsultan dan PPTK menyatakan, tidak ada pilihan lain, gedung ini harus direhab sebelum bisa digunakan sebagaimana mestinya,” terang Horizon.

Seperti diberitakan sebelumnya, gedung bangunan SMK Negeri 1 Merangin tak berani ditempati pihak sekolah. Pasalnya bangunan dua lantai dengan empat ruang kelas yang dibangun pada 2012 kondisinya memprihatinkan.
Pantauan dilapangan, gedung yang dibangun dari dana APBD Provinsi itu telah lama dikosongkan. Meski dari luar terlihat megah, namun di dalamnya dinding terlihat banyak yang retak, keramik mengelupas. Bahkan saat berada dilantai dua, bangunan terasa bergoyang.

Kondisi inilah yang membuat pihak sekolah tidak berani menggunakan gedung tersebut untuk tempat kegiatan belajar mengajar, maupun kegiatan lainnya.(MT)

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait