Pengasuh Pesantren Al-Inayah Terpikat Adopsi Budidaya Pisang Cavendish Pesantren Miftazun Najah Desa Tangkit

425 views

MUAROJAMBI – Akhir-akhir ini nama Pesantren Miftazun Najah, Desa Tangkit, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, melambung dimuka publik. Menyusul keberhasilannya menjalankan program ekonomi kreatif santri lewat budidaya Pisang Kapindes.

Keberhasilan pesantren Miftazun Najah dalam membudidaya serta pemasaran pisang dengan rasa yang khas ini pula, memikat banyak pihak untuk datang ke Bumi Sailun Salimbai, Kabupaten Muaro Jambi, mempelajari proses kesuksesan mereka membina program ekonomi kreatif santri itu lebih mendalam. Salah satunya Pengasuh Pesantren Al-Inayah Kabupaten Tebo, KH. Muhammad Rifa’i Abdullah dan Isteri tercintanya Hj. Sumiyati Khilyatun Hasanah.

Dalam study banding, kedua pengasuh Pesantren terbaik di Provinsi Jambi, yang akrab disapa Abah dan Umi, ini langsung diajak oleh pengasuh
pesantren Miftazun Najah masuk kebun pisang Kapindes miliknya. Tak mau menyia-nyiakan momen, terutama Umi yang akhir-akhir ini semakin getol mengambil ancang-ancang untuk sebuah gebrakan pengembangan pesantren milik mereka di Kabupaten Tebo, dan Bungo (Termasuk SD-IT dan SMP-IT Asy-Asyifa Al-Inayah Kota Jambi-red) lewat studi banding ke berbagai daerah, memanfaatkan kunjungan dengan berswafoto. “Saya sangat bangga Pesantren
Miftazun Najah asuhan sahabat kami yang berada di Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi ini berhasil dalam mengelola program ekonomi kreatif santri lewat budidaya Pisang Kapindes, ini sangat luar biasa tak bisa saya bayangkan selain dapat ilmu santri disini juga bisa berpenghasilan, makanya wajib bagi kami studi banding kesini, ” ujar Umi Al-Inayah, Pengasuh Pesantren Al-Inayah kepada wartawan media ini Senin sore 19 Juli 2021.

Keberhasilan budidaya pisang Kapindes Pesantren Miftazun Najah, diyakini Politisi Perempuan yang notebenenya juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Tebo, bisa diadobsi di areal pesantren Al-Inayah baik yang diwilayah Rimbo Bujang Kabupaten Tebo, maupun Pesantren Al-Inayah di Kuamang Kuning, Kabupaten Bungo, menyusul adanya kemiripan struktur tanah dimana tempat pisang itu tumbuh subur. “Pesantren kita juga didukung dengan areal lahan yang luas, bukan saya ingin jadi sombong atau pamer, tapi budidaya pisang Kapindes diyakini juga bisa kita lakukan, mudah-mudahan santri kami juga bisa sama-sama sukses seperti santri Pesantren Miftazun Najah Sungai Gelam, ” harap Umi Al-Inayah. (opi)

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait