Santri Baru Pesantren Al-Inayah Tebo Ikuti MPLS

626 views

TEBO – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) atau tenar disebut Masa Orientasi Siswa (MOS) santri baru Pesantren Al-Inayah, Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo berlangsung seru.

MPLS Pesantren Al-Inayah binaan Yayasan Al-Inayah asuhan KH. Muhammad Rifa’i Abdullah bersama Hj. Sumiyati Khilyatun Hasanah (Umi)
yang digelar awal tahun ajaran baru tahun 2021-2022 itu dimaksudkan untuk menyambut kedatangan peserta didik baru atau santri baru di Pesantren terbaik di Provinsi Jambi ini.

 

Kepada awak media, Hj. Sumiyati Khilyatun Hasanah akrab disapa Umi Al-Inayah menjelaskan jika MPLS di pesantren miliknya sudah digelar sejak tanggal 13 Juli 2021. “MOS yang lebih kita kenal di pesantren kami digelar selama tiga hari dari tanggal 13 sampai dengan 15 Juli 2021 kemarin, ” tutur Umi.

Sebagaimana yang tertuang dalam tujuan MOS kata Umi, kegiatan ini sangat tepat digelar, karena Orientasi memiliki makna perkenalan. Perkenalan ini terdiri dari perkenalan lingkungan fisik pesantren dan lingkungan sosial pesantren. Umi turut mencontohkan lingkungan fisik pesantren yang dimaksud seperti sarana dan prasarana pesantren misalnya jalan menuju pesantren, halaman pesantren, tempat bermain di pesantren, lapangan olahraga, gedung dan perlengkapan pesantren, serta fasilitas-fasilitas lain yang disediakan oleh pesantren. “Didalam MOS yang dipantau dan diawasi para dewan guru dilakukan santri-santri senior yang tergabung dalam OSIS Pesantren Al-Inayah juga kita perkenalkan lingkungan sosial kepada santri baru, seperti kepala sekolah, guru, staf, karyawan, dan teman-teman, jadi sangat menarikkan, jika kalian pernah sekolah so pasti juga menjalani MOS yang seperti yang Pesantren Al-Inayah lakukan, ” terang Umi menceritakan perjalanan MOS yang sudah digelar di Pesantren miliknya bersama Abah KH. Muhammad Rifa’i Abdullah tersebut.

Lebih spesifik sambung Umi, MPLS atau biasa disebut MOS yang telah Pesantren Al-Inayah Tebo lakukan juga digunakan sebagai ajang guna melatih ketahanan mental, disiplin, dan mempererat tali persaudaraan.
“Dengan adanya MOS, diharapkan santri baru akan mampu menghadapi lingkungan dan budaya yang baru disekolah yang mungkin berbeda jauh dari sekolah sebelumnya. MOS yang kami laksanakan merujuk Permendikbud nomor 18 tahun 2016
dengan maksud Mengenali potensi diri siswa baru.
Membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, antara lain terhadap aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana sekolah.
Menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru, Mengembangkan interaksi positif antarsiswa dan warga sekolah lainnya.
Menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong, ” beber Umi.

 

Sementara itu, secara umum, juga digambarkan oleh Pesantren Al-Inayah Kabupaten Tebo bahwasanya MOS yang mereka gelar memiliki maksud yang sangat mendidik sesuai dengan Permendikbud nomor 18 tahun 2016 yakni bertujuan Memperkenalkan siswa pada lingkungan sekolah yang baru mereka masuki.
Memperkenalkan siswa pada seluruh komponen sekolah beserta aturan, norma, budaya, dan tata tertib yang berlaku di dalamnya.
Memperkenalkan siswa pada keorganisasian.
Memperkenalkan siswa untuk dapat menyanyikan lagu hymne dan mars sekolah.
Memperkenalkan siswa pada seluruh kegiatan yang ada di sekolah.
Mengarahkan siswa dalam memilih kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan bakat mereka.
Menanamkan sikap mental, spiritual, budi pekerti yang baik, tanggung jawab, toleransi, dan berbagai nilai positif lain pada diri santri sebagai implementasi penanaman konsep iman, ilmu, dan amal.
Menanamkan berbagai wawasan dasar pada siswa sebelum memasuki kegiatan pembelajaran secara formal di kelas. (opi)

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait