Praktik Prostitusi Gadis ABG Di Kota Jambi Terbongkar, Korbannya Kalangan Siswi SMP

1711 views
animasi

animasi

Laporan Wartawan Rakyatjambi.co, Eko wijaya

rakyatjambi.co, JAMBI- Gadis belia dibawah umur di Kota Jambi Jadi mucikari dan korbannya adalah anak anak sekolah tingkat SMP. Ini merupakan Fenomena baru di jagat prostitusi yang begitu miris dan mencengangkan. Bagaimana tidak Seorang anak baru gede (ABG) yang mestinya belajar disekolah, justru bergelut dengan dunia hitam.

Kasus kejahatan seksual dengan korban berstatus siswi SMP di Kota Jambi ini berhasil diungkap oleh Jajaran Polresta Jambi.

‪Kanit Reskrim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Jambi, Iptu Shisca Agustina, menyebutkan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan warga pada 23 Agustus 2016 lalu. Atas laporan tersebut, jajaran Unit PPA Polresta Jambipun melakukan penyelidikan.‬

‪Dari hasil penyelidikan polisi berhasil meringkus pria hidung belang berinisial WH (64).“WH kita tangkap setelah dilakukan pemancingan di salah satu hotel di Kota Jambi, sehari sebelum hari raya Idul Adha kemarin,” kata Shisca, Jumat 16 September 2016.‬

‪Dari pengungkapan dan penangkapan WH tersebut, polisi lantas melakukan pengembangan lebih lanjut. Akhirnya ditemukan lima orang korban yang semuanya adalah siswi dari beberapa sekolah yang ada di Kota Jambi. Dari keterangan korban dan pelaku WH diperoleh nama PU, gadis belia bawah umur sebagai mucikari.‬‪”PU ini belum cukup umur namun tidak sekolah. Kini masih buron dan kita tetapkan sebagai DPO,” terang Shisca.‬

‪Dia mengungkapkan, korban mengaku diiming-imingi pekerjaan yang bisa menghasilkan uang banyak. Saat korbannya mau, PU lantas mengajak korbannya ke sebuah hotel melati di Kota Jambi. Di hotel sudah menunggu sang kakek cabul. Korban kemudian diajak ke dalam kamar dan pintu dikunci dari luar.‬‪”Di dalam kamar, oleh WH, korban diberi obat perangsang. korbanpun pusing dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi,” ungkap Shisca.‬

‪Oleh polisi, WH dikenakan pasal berlapis yakni Pasal 88 tentang eksploitasi anak dan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman diatas 7 tahun penjara.‬

‪Shisca mengatakan dari hasil penyelidikan sementara oleh pihaknya, munculnya kasus kejahatan seksual anak sekolah justru dipicu karena perilaku atau pergaulan.“Masa-masa anak SMP dan SMA adalah masa pencarian jati diri,” beber Shisca.‬

‪Shisca berharap, keluarga dan orangtua lebih memperhatikan dan mengawasi anak-anaknya apalagi di masa-masa remaja. Pendidikan moral dan agama dinilai penting agar remaja tidak mudah terbawa oleh pergaulan negatif.‬‪”Majunya teknologi informasi, gadget dan media sosial jangan sampai diterima mentah-mentah oleh anak-anak. Ini harus disikapi, dan keluarga menjadi garda terdepan dalam pembinaan anak-anak,” tandas Shisca.‬

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait