Satpam RS Arafah Mogok Kerja, Tolak Outsourching

1843 views

KOTA JAMBI-19 Satpam Rumah Sakit Arafah tadi pagi menggelar aksi mogok kerja. Mereka menuntut penghapusan sistem tenaga kerja kontrak, atau outsourcing.

Jumat pagi (22,5) suasana di depan Rumah Sakit Arafah, di Jln Empu Gandring, Kebun Jeruk, ramai dipenuhi belasan satpam yang berunjuk rasa. Sejak pukul 8 pagi, mereka menggelar aksi mogok kerja. Aksi itu sebagai bentuk protes atas kebijakan pihak rumah sakit, karena akan memberlakukan sistem tenaga kerja kontrak, atau outsourcing.

Selain mogok kerja, belasan satpam juga menggelar orasi dan membawa poster berisi kekecewaan terhadap kebijakan manajemen rumah sakit. Mereka menganggap sistem outsourcing merugikan, dan hanya menguntungkan pihak yang mempekerjakan.

Dari 19 satpam yang berunjuk rasa ini, 10 orang telah diangkat menjadi karyawan tetap, sedangkan 9 orang berstatus karyawan kontrak. Awalnya, seluruh satpam dijanjikan akan diangkat menjadi karyawan tetap. Namun, terhitung 1 juni mendatang, seluruh satpam termasuk yang sudah dianggat menjadi karyawan tetap akan dijadikan tenaga kerja kontrak .

Setelah 1 jam berunjuk rasa, akhirnya perwakilan satpam dipanggil managemen rumah sakit untuk membicarakan persoalan yang terjadi. Pertemuan berlangsung secara tertutup selama 2 jam di salah satu ruangan, di lantai tiga.

Dari hasil pertemuan, pihak Rumah Sakit tetap membelakukan Sistem Tenaga Kerja kontrak. Para penjaga keamanan itu mendapatkan hak nya berupa gaji, dan tunjungan kesehatan. Hak mereka sama dengan yang diperoleh karyawan tetap.

Secara terpisah, Wakil Direktur Rumah Sakit Arafah dr Ermilda menegaskan, penetapan tenaga kerja kontrak adalah sebagai langkah pembinaan sumber daya manusia. Hal itu tidak mengurangi hak para pekerja. (b2)

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait