banner 468x60)

s_2673394_055
*Diduga Akan Digunakan Untuk PETI*

Merangin-Warga desa Muara Jernih kecamatan Tabir Ulu, Senin (12/10) Kemarin, sekitar pukul 17.00 WIB mengamankan ribuan liter Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis Solar, yang dibawa dalam 39 Jeriken berkapasitas 30 liter lebih, dengan menggunakan satu unit mobil jenis Toyota Kijang Krista minibus.
Hal ini dibenarkan Kepala Desa (Kades) Muara Jernih, Edi Hariansyah saat dikonfirmasi Merangin Ekspres. Dia mengatakan penangkapan tersebut berawal dari kecurigaan warga terhadap satu unit mobil kijang nomor Polisi BH 1219 LV, yang melintas di desa tersebut.
Karena penasaran, warga lantas menghentikan mobil yang dikemudikan sopir yang belum diketahui identitasnya tersebut. Benar saja, di dalam mobil tersebut warga mendapati setidaknya 39 jeriken yang penuh berisi dengan BBM jenis Solar.
‘’Sekitar pukul 17.00 WIB, ada mobil kijang warna hijau diamankan warga desa Muara Jernih, karena kedapatan Membawa 39 Galon (jeriken_red) BBM jenis Solar,” ungkap Adi, Kades Muara Jernih saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Dikatakan Edi, hingga sekitar Pukul 20.00 WIB malam tadi, mobil beserta isinya masih berada di kediamannya, sementara pengemudi mobil tersebut telah diamankan oleh pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Tabir Ulu.
‘’Sampai sekarang mobil beserta BBM nya masih berada di depan rumah saya, tadi setelah diamankan warga langsung dibawa kesini,” terang Edi dihubungi malam tadi sekitar Pukul 20.00 WIB.
Edi mengatakan, berdasarkan informasi yang didapat, ribuan liter BBM tersebut diduga akan di bawa ke desa Telentam kecamatan Tabir Barat, dan kuat dugaan akan digunakan untuk atifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
‘’Kabarnya tadi akan dibawa ke daerah Mudik, yaitu ke Telentam untuk PETI,” ungkap Edi Hariansyah.
Lebih lanjut Kades Muara Jernih ini juga mengatakan, warga setempat sudah sangat lama diresahkan oleh aktifitas PETI yang sudah lama terjadi disepanjang aliran Sungai Batang Tabir. Warga sejauh ini dikatakan Edi, cukup aktif melakukan berbagai upaya untuk menekan kegiatan Peti di wilayah tersebut.
‘’Pengemudinya belum sempat kita tanyai telah dibawa oleh aparat ke Polsek. Polsek juga sebenarnya mau membawa serta mobil dan BBM ini namun warga menolak, dengan alasan warga akan mengantar langsung ke mapolres Merangin,” tutur Kades lagi.
Sayangnya, hingga bertita ini diturunkan, Kapolsek Tabir Ulu, Iptu Arfian Riski belum berhasil dikonfirmasi. Saat dihubungi nomor telepon yang biasa digunakannya bernada tidak aktif, demikian juga saat dikirimi layanan pesan singkat (sms), tidak ada jawaban.(MT)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)