Dihadapan Pejabat TNI dan Polri Bupati Romi Beberkan Kondisi Terkini Karhutla di Tanjabtim

banner 468x60)

MUARASABAK, RJC -Selasa (17/9) pagi, di hadapan Kapolda Jambi Irjend Pol Mukhlis As, Kasdam II Sriwijaya dan Komandan Korem 042 Garuda Putih, Bupati Romi Hariyanto memaparkan kondisi terkini kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).

Romi melaporkan bahwa tim gabungan TNI – Polri, Manggala Agni, Pemkab dan relawan, masih berjibaku di sejumlah titik kebakaran. Perjuangan para petugas itu, dijelaskan Romi, sungguh luar biasa. Bahkan ada sejumlah tim yang terus berpindah dari satu titik ke titik kebakaran lain. Tidak pulang sejak lebih satu bulan. “Karena itu, sangat pantas mereka para pahlawan kemanusiaan itu kita beri reward,”kata Romi disambut tepuk tangan meriah peserta rapat koordinasi yang dilangsungkan di aula kantor bupati di Muarasabak itu.

Romi juga memuji Kapolres AKBP Agus Desri Sandi dan Dandim 0419/ Tanjab Letkol Infanteri Muhammad Arry Yudhistira. Mereka, kata Romi, sudah melakukan upaya luarbiasa. Turun langsung mengomandoi tim.  Bahkan sampai ke titik terjauh di Kecamatan Sadu.

Koordinasi yang dilakukan pun sangat cepat dan terarah. “Bahkan, untuk mencari sumber air, mereka perintahkan langsung menggali sumur – sumur baru. Ada total 18 sumur yang digali. Parit – parit yang mengering juga diperdalam untuk memenuhi kebutuhan air penyiraman,” beber Romi.

Kendala pemadaman memang salah satunya adalah minimnya sumber air. Lalu titik api yang jauh dari sumber air. Namun, lanjut Romi lagi, tim dan relawan tak pernah surut. Kapolres dan Dandim terus membakar semangat mereka.

Kasdam II Sriwijaya, Brigjend TNI Syafrial, PSc. M.TR (Han), dalam arahannya menyebutkan upaya serius satgas Karhutla itu harus diiringi dengan upaya yang lebih kongkrit. Hotspot yang muncul, yang masih kecil harus segera diatasi agar tak membesar. Pasalnya, saat sudah membesar bombing helikopter pun kadang tak lagi efektif.

Karena itu, mengerahkan tim ke desa – desa yang terpetakan rawan karhutla menjadi penting. “Lakukan pendekatan preventif agar mindset warga tentang cara membuka lahan tidak lagi dengan membakar. Sosialisasikan bahwa dampak yang ditimbulkan sangat serius dan berdampak hukum,”kata Kasdam.

Kasdam juga bercerita bahwa dalam perjalanan ke Muarasabak bersama Kapolda, dari helikopter ia memperhatikan bahwa sebagian besar lahan yang terbakar justru bukan di areal perkebunan. Namun justru di lahan – lahan yang tampak kosong. “Itu artinya kuat dugaan sengaja dibakar, bukan terbakar,”kata Kasdam.

Kasdam juga menyebut ia masih bersyukur bahwa dari enam daerah yang masuk kategori terparah, tidak termasuk Jambi.

Sementara Kapolda Jambi, Irjend Pol H Mukhlis AS yang juga memberi arahan dalam forum yang juga diikuti para kepala desa itu, mengatakan bahwa hari ini diterjunkan tim tambahan sejumlah 40 personil. Tim ini khusus menangani masalah sanksi bagi pelaku pembakar hutan dan lahan. Tim ini dibagi di sejumlah kabupaten lokasi karhutla. “Mereka khusus memburu para pelaku untuk kita ambil tindakan tegas. Tetap koordinasinya dengan Polres – Polres setempat,”ungkap Mukhlis.

Tim khusus ini dijelaskannya sudah dibekali kemampuan khusus penyidikan masalah karhutla. Sedangkan untuk korporasi, memang kata Kapolda perlu penanganan lebih serius. Untuk menangani dugaan pembakaran oleh perusahaan dibutuhkan sedikitnya enam ahli sebelum meningkatkan status hukumnya.

Meski mengaku sangat intens menangani persoalan karhutla, Kapolda menghimbau agar penanganannya tidak terlalu banyak diperdebatkan. Ia mengajak lebih mengeratkan kebersamaan sehingga ikhtiar menangani kabut asap yang terjadi lebih proporsional tapi efektif.

Hingga saat ini, tambah Kapolda, sudah ada 19 tersangka pelaku karhutla. Masih ada dua kasus yang sebentar lagi juga naik ke penyidikan. Meski sejauh ini belum ada perusahaan yang disidik.

Kapolda mengingatkan bahwa tanggungjawab perusahaan juga besar sebagai bagian dari masyarakat provinsi Jambi. Karana itu dia berharap perusahaan lebih meningkatkan partisipasinya mengatasi karhutla. Ia juga mengingatkan bahwa meski api tidak berasal dari areal perusahaan, namun sampai ke areal perusahaan, akan ada sanksi yang jelas sesuai aturan.

Diceritakannya, belum lama ini terungkap sebuah modus baru karhutla. Ada perusahaan yang menyuruh orang lain untuk membakar lahan. Kompensasinya, seandainya tertangkap dan dihukum, biaya hidup bagi kelurga si pelaku dijamin perusahaan. “Ini di daerah lain. Mereka mencoba menekan biaya landclearing yang jelas jauh lebih efisien dengan membakar,”jelas Kapolda.

Usai rapat koordinasi, Bupati Romi langsung memberi arahan agar segera ditindaklanjuti dengan rapat terbatas antara satgas dan sejumlah perusahaan.

Romi meminta ada upaya kongkrit menindaklanjuti arahan Kasdam dan Kapolda. “Kita minta dukungan perusahaan di sini agar upaya satgas bisa lebih lancar dan kongkrit,”tutupnya.(4N5)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)