JAMBI – Bencana banjir diwilayah perbatasan antara Kota Jambi dengan Kabupaten Muaro Jambi terus menjadi perbincangan, bahkan jadi perdebatan. Baru-baru ini, masalah banjir akibat sistem drainase yang tidak berfungsi normal juga sempat dibahas seluruh pimpinan dan Anggota DPRD Kota Jambi bersama pemerintah Kota Jambi. Lewat rapat terurai untuk mengatasi masalah tersebut harus ada kerjasama antara Pemerintah Kota Jambi dengan Kabupaten Muaro Jambi, solusi yang dibicarakan itu juga dibenarkan oleh H. Muslim, Anggota Komisi IV yang ikut dalam rapat. Menurut politisi Partai Gerindra dari daerah pemilihan (dapil) Kecamatan Alam Barajo, akrab disapa HM ini, untuk mengatasi masalah banjir memang baiknya dikerjakan kedua pemerintah daerah yang berbatasan langsung. “Pertama masalah anggarannya sangat besar tak mungkin cuma pemkot yang bergerak, begitu pula pemkab Muaro Jambi sendiri, kedua daerah ini kan semuanya terdampak jadi harus bergerak bersama, ” ungkap HM, kepada wartawan media ini Senin malam 6 Juni 2022. Tandem kedua daerah yang warganya berdomisili didataran rendah wilayah perbatasan terdampak banjir kata legislator didikan Dr. Ir. H. A. R. Sutan Adil Hendra, MM, Pimpinan Komisi X DPR RI dan Ketua DPRD Kota Jambi Putra Absor Hasibuan, SH ini sangat diharapkan, karena jika tidak segera disikapi kondisi warga bakal semakin sengsara, betapa tidak, ketika hujan sebentar saja saja dengan intensitas yang tidak begitu deras wilayah tersebut sudah terendam. “Wilayah Patimura Kenali Besar Alam Barajo itu parah disana ada anak sungai nah kalau bisa kedua daerah ini bekerjasama bisa dilakukan pengerukan sungai atau semacamnya lah, ” sambung HM. (opi)






