Dinas Perkim Tanjabtim Kebingungan Tata Ulang Permukiman Warga yang Terbakar

193 views

MUARASABAK, RJC – Upaya pemerintah dalam hal ini satker perumahan dan kawasan permukiman (Dinas Perkim) atas bencana kebakaran  Ratusan rumah di kampung lama, Mendahara Ilir kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) Selasa pagi (8/6), pada tahapan kajian dan pengumpulan data.

Kadis Perkim Adil P Aritonang mengatakan  kawasan Permukiman Kabupaten Tanjabtim yang berada di wilayah pesisir sebetulnya tidak memenuhi syarat/ tidak layak jika ditinjau dari regulasi yang ada,  yang mengatur kawasan permukiman yang tidak boleh di bantaran sungai dan lainnya, namun jauh sebelumnya mereka sudah ada dan tinggal disitu.

Didalam ilmu Antropologi Sosial penduduk terbagi-bagi berdasarkan tempat tinggal, ada yang dipinggir air, ditepi gunung, ada pula di atas pohon bahkan ada yang tinggal dipinggir jalan, dan  ini bukan hanya di Tanjabtim saja sampai ke pulau Jawa pun ada.

Kata Adil, variable penilaian daerah kumuh ada 7 variable dan 14 Indikator seperti  keteraturan rumah, sarana dan prasarana, sanitasi, pengaturan sampah, penerangan jalan dan RTH nya bagus semua baru dikategori tidak kumuh. Namun bila ada 1 atau 2 variabel yang tidak terpenuhi masih tergolong wilayah kumuh.

“Jadi untuk melakukan penataan pemukiman di daerah pesisir kita ini menjadi susah karena barang tersebut sudah ada sebelum kabupaten ada”, jelas Adil.

Sebenarnya kalau masyarakat setempat mau diberdayakan momentumnya saat ini pas kebakaran untuk dapat diatur, tetapi ada permasalahan tersendiri yakni tidak memiliki lokasi tanah yang lain, pas nanti melakukan pembangunan ya macam begitu lagilah.

Sedangkan kami (Perkim, red) dari pemerintah menyiapkan sesuai dengan tupoksinya, bagaimana bangunannya tidak terlalu mepet satu sama lainnya, dengan catatan bila mereka mau, kita tidak bisa intervensi, kalaupun bisa harus kita bangunkan nian, seperti rumah nelayan tapi juga bukan hak milik cuma sebatas menempati, itu kendala kita.

Untuk dampak kebakaran sendiri Tindaklanjut bagaimana?  Tambah Adil, Kami cuma bisa mengarahkan, untuk pembangunan ke BPBD dan Dinas Sosial, Perkim tidak menangani itu, tukas Adil.

Dinas Perkim akan menyiapkan sarana utilitas seperti membangun atau memperbaiki sarana sanitasi yang akan diusulkan tahun berikutnya, kebutuhan Air Bersih  sesegera mungkin kita perbaiki.

Maka, kita sudah instruksinya sesuai bidangnya untuk segera melakukan kajian dan pendataan dilokasi, baik Lampu jalan, ketersediaan air bersih dan sanitasinya seperti apa, pungkas Kadis Perkim.

Diketahui, Kampung Wabup Robby Nahliansyah  ini sekitar pukul 05.00 WIB (08/6) terbakar, kampung padat penduduk ini merupakan kampung lama. Belum diketahui penyebab kebakaran dan meski belum bisa ditaksir diperkirakan kerugiannya pun sangat besar.

Dari informasi fikser yang ada di lokasi, masyarakat kesulitan  memadamkan api karena hanya mengandalkan peralatan seadanya, termasuk warga berupaya menyelamatkan harta benda, warga pun juga berupaya memutus merambatnya kobaran api dengan merobohkan beberapa bangunan.

Lokasi kebakaran, Bangunan yang terbuat dari papan kayu dan hembusan angin yang kencang serta bangunan yang berdempeten menyulitkan warga untuk memadamkan api. Hingga membutuhkan waktu dari pukul 05.00 hingga 09.00 baru bisa padam.

Ditambah tidak adanya sarana pemadam kebakaran yang standar dan petugas yang terlatih dalam penanganan kebakaran mempengaruhi lambannya penanganan. (4N5)

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait