Fachrori Dan Adirozal Panen Hasil Pertanian di Kerinci

1844 views

Jambi – Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar dalam kunjungan kerjanya melaksanakan kegiatan Penanaman Kopi Arabika dan Panen Kentang di Bukit Bulat Sungai Renah Desa Pasar Minggu Kecamatan Kayu Aro Barat Kabupaten Kerinci. Kegiatan tersebut sekitar pukul 16.00 wib, Rabu sore (8/11).

Hasil pantauan wartawan dilapangan tampak Wagub didampingi istri Hj. Rahima Fachrori Umar dan Bupati Kabupaten Kerinci Adirozal beserta rombongan OPD yang terkait.

Untuk diketahui dari data yang dihimpun data dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kerinci tahun 2015 terdapat 15. 700 hektar lahan terlantar di Kabupaten Kerinci baik yang terdapat dalam kawasan KPHP

( Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi ). maupun APL ( Areal Penggunaan Lain ). Begitupun yang terjadi di Bukit Bulat Sungai Renah Desa Pasar Minggu Kecamatan Kayu Aro Barat Kabupaten Kerinci yang sebagian besar termasuk dalam wilayah pengelolaan KPHP model unit 1 Kerinci.

Petani yang berjumlah total 100 orang tergabung dalam dua kelompok yaitu kelompok Tani Sumber Rejeki dan Kelompok Tani Setelan Kuning.

Defrizal Ketua kelompok Tani Sumber Rezeki menyebutkan selama ini mereka meninggalkan kawasan tersebut dikarenakan ketidak jelasan status kawasan dan lahan yang tidak bisa diolah karena kehilangan kesuburannya.

Proyek optimalisasi Pengelolaan Sumber Daya Alam Lestari SSS Pundi Sumatera yang didukung oleh MCA Indonesia menggandeng Greendev dalam upaya pendampingan lapangan pada dua kelompok tani tersebut. Kopi arabika dipilih sebagai komoditas yang dikembangkan karena memiliki nilai jual yang baik dan juga menyita waktu cukup banyak sehingga kekhawatiran akan tekanan terhadap pembukaan lahan perladangan di kawasan TNKS akan berkurang.

Neneng Kepala KPHP unit 1 Kerinci menjelaskan lahan tersebut memang dalam kondisi kritis sehingga perlu perlakuan khusus untuk bisa kembali ditanam. Sementara kejelasan status kawasan Konsorsium SSS Pundi Sumatera mendorong adanya penandatanganan MoU tentang optimalisasi Pengelolaan Sumber Daya Alam Lestari.

Pada tanggal 31 Maret 2017 yang lalu, sudah ditandatangani MoU ( Nota Kesepahaman Para Pihak  ), tentang Optimalisasi Pengelolaan Sumber Daya Alam Lestari ( OPAL ). Pada Blok perladangan Sungai Renah Desa Pasar Minggu Kecamatan Kayu Aro Barat Kabupaten Kerinci antara petani KPHP Model Unit 1 Kerinci, Greendev dan SSS Pundi Sumatera serta diketahui oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Proyek Optimalisasi Pengelolaan Sumber Daya Alam Lestari yang didanai MCA Indonesia melakukan penguatan pada kelompok tani baik dalam memastikan kelegalan lahan yang ditanami masyarakat, peningkatan kapasitas petani dalam pemulihan kesuburan tanah, teknik budidaya kopi arabika melalui skema sekolah lapang.

Sutono Direktur Pundi Sumatera menjelaskan berbagai bentuk dukungan MCA Indonesia dilakukan dengan pembibitan dan penanaman,” kita melakukan pembibitan di rumah bibit dimulai dari benih total ada 160. 000 bibit kopi arabika dan 20.000 bibit tanaman kayu berupa Surian dan pedang hijau. Selain itu ada kegiatan penguatan kapasitas Petani dalam teknik budidaya kopi arabika melalui Sekolah Lapang, ” jelasnya.

Sekolah lapang ini melibatkan para profesional dan tenaga ahli dalam teknik budidaya dan pemulihan tanah. Direktur Greendev, Rusdi Fachrizal menjelaskan bahwa sebelumnya mereka sudah melakukan pendampingan di Kelompok Hang Kito Semurup Kecamatan Air Hangat untuk kegiatan penanaman di lahan terlantar. ” kita sudah pernah melakukan program serupa dan berhasil, sampai sekarang ada kebun bibit desa untuk tanaman Mahoni, surian dan Pinang. Pemulihan kawasan ini sekarang sudah terbukti dengan adanya cadangan air karena tanam-tanaman kayu-kayu nya ini sekarang sudah terbukti dengan adanya cadangan air karena tanaman kunyit tumbuh dengan baik. Mereka bahkan sekarang bisa membuat kolam ikan di sana,” ungkapnya.

Selain dua poin yang sedang dilakukan, Sutono menyebutkan perlunya pendampingan terhadap legalitas kawasan. Karena yang ada saat ini hanya berupa MoU yang sifatnya tidak kuat.” pilihan saat ini dalam skema perhutanan sosial dan diskusi dilakukan petani yang menyebabkan skema HKM ( Hutan Kemasyarakatan ),” sebutnya.

Luas areal kawasan yang sedang dikerjakan oleh dua kelompok tani tersebut seluas 100 hektar dari keseluruhan 510,5 hektar lahan terlantar yang ada. Kedepan Sutono berharap pemerintah dapat menyiapkan pengembangan industri pengolahan kopi di sana,” kondisi yang ada saat ini pertaniannya menjual kopi siap petik dan yang harganya murah jika dibandingkan yang sudah diolah. Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi perlu memikirkan dukungan alat-alat dari pertanian kopi ini sehingga mendukung daya jual biji kopi yang tinggi pada petani. Minimal petani menjual dalam bentuk greendbean,” pungkasnya.

Sementara itu saat diwawancarai oleh awak media Wagub menyampaikan hal yang terpenting dalam melakukan penanaman baik kopi, kentang, dan kol, diantaranya harus tahu memahami cara pengolahannya dengan baik dan antara kelompok petani saling kompak,” terpenting ada keinginan untuk bertanam karena manfaatnya untuk pribadi dan kepentingan orang banyak,” sebut Wagub usai panen kentang.

Wagub juga menambahkan perlunya peningkatan akses jalan menuju lahan pertanian,” jalan menuju lokasi penanaman kopi, kol, kentang dan lainnya perlu disegera diperbaiki, agar para kelompok tani akan mudah bercocok tanam,” tambah Wagub.

Bupati Kerinci Adirozal mengatakan pada hasil panen tersebut merupakan panen perdana dengan luas lahan kopi arabika sekitar 500 hektar lebih yang dimanfaatkan oleh kelompok petani atau masyarakat setempat agar masyarakat tidak merambah Hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) sehingga kedepannya masyarakat dapat menghasilkan pertanian yang lebih maksimal. ” dari Kerinci ini setiap malam minimal ada lima truk yang keluar Kerinci dari hasil holtikultura kita, itu ada dikirimkan ke Jakarta, Palembang, Jambi, Tanjung Jabung Barat, dan Batam,” ujarnya.

Terkait dengan infrastruktur akses jalan pertanian, Adirozal menyampaikan kondisi jalan pertanian akan terus diupayakan segera diperbaiki meskipun dana APBD Kerinci sedikit,” Dana APBD Kerinci kita belum banyak karena banyak yang harus kita perbaiki seperti pasar tradisional yang ada di Kerinci dari jumlah pasar keseluruhannya ada 14 pasar dan yang sudah kita perbaiki ada 8 pasar, dan ini tentunya khusus jalan pertanian kita terus berupaya akan memperbaikinya dan baru sebagian jalan pertanian kita sudah perbaiki,” pungkasnya.

Laporan Wartawan Provinsi Jambi (Syah)

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait