Lewat Roadshow BPSMP Sangiran Pamerkan Beragam Fosil di Jambi

1053 views

JAMBI–Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik lndonesia melalui Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, mengadakan Museum Manusia Purba yang berlangsung di 5 Kota salah satunya di Jambi, bertempat di Lippo Plaza, Kota Jambi dari 8-12 November mendatang.

Selama roadshow atau pertunjukan keliling para pengunjung disuguhkan dengan koleksi yang dipamerkan berupa cetakan fosil maupun fosil asli, replika 3 tipe Homo Erectus dan budaya yang mereka hasilkan, serta mendapatkan penjelasan dari pemandu yang meramaikan pameran tersebut.

Fosil dari laut diantaranya berupa kerang raksasa, gigi hiu, cangkang siput serta bagian dalam kerang, Fosil di daerah rawa seperti rahang atas buaya, dan fosil di darat misalnya tengkorak dan tanduk kerbau, lengan atas gajah, tanduk rusa serta tengkorak dan tanduk banteng, juga dipamerkan dalam roadshow ini.

Untuk memikat minat pengunjung, fosil manusia purba berupa tengkorak manusia homo sapiens, tengkorak homo erectus progresif, tengkorak homo erectus tipik dan tengkorak homo erectus arkaik, juga dipajang dalam pameran.

Kepala BPSMP Sangiran, Sukronedi mengatakan Sangiran di masa lalu saat masih menjadi laut dalam, kehidupan rawa, kisah hutan tropis dan juga perubahan iklim yang melanda Sangiran tersaji di koleksi yang telah disiapkan guna memberikan pengetahuan dan informasi bagi masyarakat Sumatera.“ Jambi merupakan kota ke Tiga di Sumatera dalam roadshow pameran tersebut. Road Show Sangiran, Pameran 5 Kota Sumatera ini adalah salah satu program untuk penyebarluasan informasi nilai penting Situs Sangiran,” ujarnya.

Selain itu, dikatakannya juga informasi beberapa situs sejenis lainnya di Indonesia juga ditampilkan dalam pertunjukan, semua temuan tersebut, juga fosil-fosil fauna ditemukan dalam setiap lapisan tanah yang merekam setiap perubahan lingkungan yang pernah terjadi di Sangiran Outstanding Universal Value.”Mulai hari ini akan ada berbagai situs purba yang kita hadirkan, Ini merupakan kunjungan ke tiga di Sumatera. Disini kami menyajikan koleksi replika temuan manusia purba jenis Homo erectus dari Situs Sangiran dan beberapa situs lainnya, koleksi berbagai temuan artefak, dan fosil-fosil fauna,” katanya Rabu (8/11).

Selanjutnya, ia juga menjelaskan potensi Situs Sangiran akan tinggalan masa lalu terendapkan dalam tanah berusia jutaan tahun silam. Bukti-bukti kehidupan masa lalu dari masa 2,4 juta tahun hingga 250.000 tahun ditemukan dalam kuantitas dan kualitas yang prima. “Dengan temuan sekitar 80 individu sisa manusia purba jenis Homo erectus, Situs Sangiran menyumbang 50% populasi temuan Homo erectus dunia. Artefak sebagai budaya manusia tela menjadi bukti kecerdasan manusia purba dalam memanfaatakan alam,” jelas Sukronedi.

Ia menambahkan, Situs Sangiran berada di Kabupaten Seragen dan Karanganyar, dengan luas 59,21 KM2. Situs pertama kali ditemukan Von Konigs Wald pada tahun 1934, dengan temuan artefak atau hasil budaya manusia purba.“Tepat 2 tahun kemudian, Von Konigs Wald menemukan 8 individu manusia homo erectus di Sangiran. Sampai sekarang telah ditemukan 120 individu manusia purba di Sangiran atau 50 persen populasi homo erectus di dunia,” jelasnya.

Sukronedi menuturkan, ada 4 evolusi yang terjadi di Sangiran. Pertama Evolusi lingkungan tanpa terputus sejak 2,4 juta tahun yang lalu, sampai sekarang dimulai pada 2,4 juta hingga 1,9 juta dimana pada masa itu adalah laut dalam. Kemudian pada 1,9 juta hingga 900.000 tahun yang lalu, Sangiran berubah dari laut dalam menjadi laut dangkal atau rawa-rawa. Lalu, 900.000 sampai sekarang menjadi daratan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jambi, Ujang Hariadi sangat mengapresiasi atas terselenggaranya pemeran Museum Manusia Purba ini. Semua temuan disini, ada fosil-fosil fauna ditemukan dalam setiap lapisan tanah, masyarakat juga mendapat edukasi dari pameran ini.

Situs Sangiran adalah salah satu situs prasejarah yang penting di Indonesia Potensi Situs Sangiran akan tinggalan masa lalu terendapkan dalam tanah berusia jutaan tahun silam. Bukti-bukti kehidupan masa lalu yang ditemukan dalam kuantitas dan kualitas yang prima omo diakui duniabahwasanya  potensi Situs Sangiran sebagai salah satu Warisan Dunia yang penting. Situs Sangiran ini sudah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu situs kunci untuk pemahaman evolusi manusia. UNESCO menilai bahwa Sangiran adalah salah satu situs kunci untuk pemahaman evolusi manusia. (mrjc)

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait