Indra Zardi : Sport Tourism Jadi Strategi Baru Pembangunan Daerah di Tanjabtim

1213 views

Tanjung Jabung Timur, RJC – 23 Mei 2025 Sport tourism atau pariwisata olahraga dinilai sebagai strategi potensial untuk mempercepat pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi. Hal ini disampaikan oleh Indra Zardi, Magister Pendidikan Jasmani dari Universitas Jambi, dalam hasil penelitiannya yang mengkaji kebijakan pembangunan berbasis sport tourism.

Dalam wawancaranya, Indra menjelaskan bahwa penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Bupati Romi Hariyanto, Ketua DPRD Mahrup, Kepala Disparbudpora Zekky Zulkarnaen, praktisi olahraga Ali Sadikin, hingga jurnalis lokal Rudi. Analisis dilakukan dengan teknik tematik menggunakan bantuan software NVivo 12 Plus.

Potensi dan Tantangan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sport tourism memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. “Event seperti Zabak Sirkuit dan sepeda gunung di Bukit Benderang telah menarik perhatian wisatawan dan pelaku UMKM,” ujar Indra. Namun, ia juga menyoroti beberapa kendala yang menghambat pengembangan lebih lanjut, seperti keterbatasan anggaran, infrastruktur yang belum memadai, serta koordinasi antarlembaga yang masih lemah.

Kabupaten Tanjabtim sendiri memiliki kekayaan alam seperti sungai, hutan mangrove, dan pesisir yang sangat mendukung pengembangan wisata berbasis olahraga. Desa Kampung Laut, misalnya, telah ditetapkan sebagai kawasan unggulan dengan konsep desa wisata alam dan budaya. Sayangnya, sport tourism belum sepenuhnya masuk dalam arsitektur kebijakan pembangunan daerah secara terintegrasi.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Penelitian ini mengungkap bahwa sport tourism memberikan efek domino pada sektor ekonomi, mulai dari peningkatan pendapatan UMKM, okupansi penginapan, hingga perputaran uang di sekitar lokasi kegiatan. Dari sisi sosial, kegiatan ini memperkuat kohesi sosial dan partisipasi masyarakat, seperti keterlibatan pemuda dalam kepanitiaan acara olahraga.

Namun, ada pula dampak negatif yang perlu diwaspadai, seperti potensi pembalap liar pasca-event serta pemanfaatan fasilitas yang belum optimal. Oleh karena itu, evaluasi kebijakan secara berkelanjutan dinilai penting untuk menjamin efektivitas dan keberlanjutan program.

Kebijakan dan Regulasi

Kebijakan daerah dinilai cukup progresif dengan hadirnya Peraturan Bupati Nomor 8 Tahun 2023 dan Perda Nomor 11 Tahun 2017 yang mendukung pengembangan sport tourism. Keduanya menyediakan kerangka pembangunan pariwisata daerah, baik dari sisi event maupun infrastruktur. Namun, integrasi dan sinergi lintas sektor masih perlu ditingkatkan.“Sport tourism bisa menjadi pilar strategis pembangunan daerah, asalkan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan berorientasi jangka panjang,” tambah Indra.

Rekomendasi Strategis

Penelitian ini merekomendasikan peningkatan promosi wisata olahraga, penyediaan infrastruktur yang layak, pelatihan SDM lokal, serta kolaborasi aktif antara pemerintah, swasta, dan komunitas. Selain itu, kebijakan sport tourism seharusnya tidak hanya dilihat sebagai agenda tahunan, melainkan strategi pembangunan berkelanjutan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Dengan kebijakan yang tepat dan komitmen bersama, Tanjabtim berpotensi menjadi destinasi unggulan sport tourism di Sumatra. Sport tourism bukan hanya soal kompetisi olahraga, tapi juga tentang membangun ekonomi lokal, memperkuat identitas daerah, dan merangkul masyarakat dalam pembangunan yang inklusif. (Rudi)

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait