Anggaran Rehab TK Pertiwi Terlalu Besar, Ketua Komisi III DPRD Tanjabbar Angkat Bicara

60 views

Hamdani : Selama ini jarang terjadi Anggaran Rehab di atas Rp 200 Juta

 

TANJAB BARAT-Terkait anggaran rehab TK Pertiwi Telan Dana sampai melebihi Rp 200 juta,Ketua komisi lll  DPRD Tanjab Barat dari fraksi PDIP Hamdani SE,dengan tegas mengatakan sangat menyayangi hal tersebut

Pasalnya,selama ini jarang terjadi Anggaran Rehab di atas Rp 200 juta,sdilaksakan melalui tender,selama ini dilaksanakan penunjukan langsung(PL) karena dananya kecil.

” Ya,biasanya kalau rehab sekitar Rp 100 sampai Rp 200 juta, itu namanya rehab,nah ini apakah rehab ringgan atau rehab berat,kalau rehab berat lebih baik buat ruangan baru saja apalagi TK,”ujarnya.

Terkait anggaran cukup fantastis tersebut politisi PDIP ini juga menegaskan pihak konsultan pengawas untuk melakukan pengawasan secara ketat dan efeksiensi.karena proyek tersebut hanya sifatnya rehab dan juga tidak jelas apa item pekerjaannya.

” kita heran kenapa dana rehab sampai seperti dana tender, kenapa bisa dinas pendidikan bisa anggarkan terlalu besar, biasanya juga anggaran sebesar itu berada di dinas PU larinya walaupun itu ada berhubungan dengan komisi l.”tegasnya.

Selain itu,Di tanyakan dalam pembahasan pada saat itu apakah tidak di periksa lagi usulan tersebut, beliau mengakui dalam pembahasan secara detail nya di komisi, badan anggaran hanya menerima saja.

Namun besar kecilnya anggarannya memang badan anggaran,akan tetapi pihaknya mohon maaf memang tidak di bahas satu persatu secara detail kemarin,karena sudah di bahas perkomisi,tinggal lagi kesepakatan .

“kalau tau dari awal kemarin tentunya tidak akan kita setujui dan kita pangkas, memang tidak boleh itu melewati anggaran dari angka tender.”ucapnya.

Saat disinggung langkah apa yang akan di ambil terkait proyek rehab TK Pertiwi ini.Hamdani mengatakan akan memanggil pihak dinas pendidikan, PPK,PPTK dan konsultan dan akan pertanyakan dasar apa mereka menganggarkan dana proyek rehab TK Pertiwi Sampai Rp 400 juta.

Mengingat proyek tersebut diduga rawan penyimpangan,maka akan dilakukan kordinasi dulu sama anggota dewan lainnya.

“jika perlu nanti kita lakukan hering dan kita panggil secara resmi pihak-pihak berkepentingan dalam proyek tersebut,”tutup Hamdani.(by/*)

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait