Camat Sesalkan Kinerja Satpol PP Yang Terkesan “Mandul”

915 views

photomirror_2016101717035688Laporan Wartawan Rakyatjambi.co, Eko wijaya

rakyatjambi.co,KUALA TUNGKAL-Kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tanjab Barat, Jambi kian menjadi sorotan publik. Pasalnya, persoalan klasik seperti praktik Prostitusi terselubung di Kota Kuala Tungkal dinilai masyarakat semakin meningkat dan sulit teratasi karna “mandul”nya kinerja Satpol PP.

Kritikan ini diungkapkan camat Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjab Barat, M. Nur Kasim Kadir, SE saat dijumpai di kantornya, Senin (17/10/16).”Kita bukan mau menjelek jelekan orang lain, memang kalau saya lihat gebrakan dari Pol PP sangat sangat kurang, tentu saya berpesan Satpol pp supaya lebih intensif lagi. Karna memang betul apa yang disampaikan masyarakat berupa keluhan yang diterima pak bupati lewat SMS dan Telpon, bahkan ada yang dari MUI menghadap langsung, yang mengatakan maraknya prostitusi terselubung di tungkal ini,”kata Camat Tungkal Ilir, M.Nur Kasim Kadir, kepada rakyatjambi.co.

Menurut dia, Seharusnya peran dari Satpol PP selaku leding sektor harus lebih agresif dan berkesinambungan.”Namanya Prostitusi ini kita tidak bisa memberhentikan secara sepontan, tetapi dengan adanya kita melakukan semacam penertiban secara pelan pelan tetapi rutin Insya Allah mudah mudahan permasalahan yang namanya prostitusi, narkoba dan lain lain sebagainya itu bisa terkurangi,” ujarnya.

Selain Prostitusi Terselubung, Camat Tungkal Ilir juga menyoroti pelanggaran peraturan di ibu kota Kuala Tungal yang tak kunjung tuntas, seperti halnya persoalan pedagang kaki lima (PKL), anak jalanan dan bangunan tanpa izin.

Menurutnya, penertiban PKL, anjal, dan IMB bermasalah di Kuala Tungkal sering kali tidak terjalin dengan baik. Padahal, tim keamanan dan ketertiban di tiap-tiap kecamatan dan kelurahan siap membantu petugas. Alhasil, bukannya selesai, masalah malah kian bertambah parah.”Kinerja Satpol PP hanya setengah setengah, Setengah keatas dan setengah kebawah. Satpol PP baru mau bergerak menunggu adanya komando dari Bupati. Selalu saja persoalan uang yang menjadi alasan,” tandas M.Nur Kasim Kadir.

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait