Di Bangko Harga Hewan Kurban Naik 20%

1422 views

Beritaduo.com-MERANGIN-Mendekati lebaran haji tahun ini, harga hewan kurban terus mengalami kenaikan atau lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kenaikan berkisar antara 15 hingga 20 persen dari harga biasanya.

‘’Ya dari penjualan yang kamilakukan baik hewan Sapi maupun Kambing dibandingkan tahun kemarin sekitar lima belas hingga dua puluh persen lebih mahal lah dari tahun kemarin,” Ungkap Roni, salah seorang penjual hewan kurban di Kota Bangko.

Disebutkannya harga sapi kurban sampai sekarang mencapai 12 juta untuk satu ekor sapi dengan berat 65 kilo, sementara sapi dengan berat 70 kilo an dibandrol dengan harga 13 juta.

Sementara itu untuk hewan kambing sejauh ini berkisar antara 1,8 juta untuk kambing dengan berat 7 kilo, 2 juta untuk kambing 10 kilo dan 2,5 juta untuk kambing dengan berat 12 kilo.

‘’Pada dasarnya hewan kurban terus mengalami kenaikan dari tahun, ke tahun. Itu suatu hal yang wajar. Yang terpenting kenaikan harga tersebut masih terjangkau oleh sebagian besar masyarkat,” katanya.

‘’Kalau masalah faktor kenaikan harga tentunya banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Wajar saja semakin sedikitnya peternak hewan sementara konsumen semakin banyak, akan menyebabkan tingginya harga tersebut,” tambahnya.

Menanggapi hal itu Rihin salah satu penjaga rumah potong hewan (RPH) sampai sejauh ini stok hewan di RPH masih stabil. Hanya saja seperti kebiasaan tahun sebelumnya akan dilakukan penambahan stok menjelang empat hari sebelum lebaran haji.

‘’Kalau stok hewan di rumah pemotongan ini masih aman. Namun harga terbilnag tinggi. Sebab permintaan dari parapeternak juga tinggi,” katanya.

‘’Biasanya harga tersebut akan terus naik menjelang empat hari sebelum lebaran haji. Namun stok kami usahakan tetap ada,” tambahnya.

Dalam memenuhi stok daging sapi di tempat pemotongan tersebut, Rihin menyampaikan mengambil dari para peternak di beberapa daerah kecamatan kabupaten Merangin ini.

Bila tejadi kekosongan hewan Sapi di RPH pihaknya akan segera berkomunikasi dengan para peternak-peternak tersebut. Dengan demikian kekosongan stok hewan di RPH dapat dihindari.

‘’Di wilayah Pamenang banyak para peternak yang memotong sapinya di RPH ini. Maka dari itu jika terjadi kekosongan kami segera berkomunikasi dengan mereka untuk mendatangkan Sapi-sapi tersebut,” katanya.

‘’Disamping itu juga memungkinkan kami, mengambil stok dari peternak di berbagai luar daerah kabupaten Merangin. Yang terpenting stok di RPH ini tetap aman, kalau masalah harga biasanya kami mangmbil dari para peternak sudah termasuk dalam harga pasaran atau bahkan lebih tinggi,” pungkasnya.(MT)

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait