Jadi Pemateri Musrenbang, Fasha Sindir Aset Pemprov Tidak Terurus

92 views

KOTA JAMBI – Wali Kota Jambi, Syarif Fasha membuka serta menjadi pemateri pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Jambi tahun 2023, bertempat di Hotel Bw Luxury Jambi, Rabu (23/03/22).

Dalam Musrembang mengorganisir dengan menampung semua usulan tingkat RT, Lurah, camat dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Terdapat tiga usulan yang bersifat teknogratik yang dibuat oleh OPD terkait dengan RPJMD, kemudian usulan yang dibuat secara politik berbentuk pokir oleh anggota DPRD, dan usulan bersifat aspiratif yang dilakukan oleh masyarakat melalui ketua RT.

Fasha mengatakan, Dilakukan musrembang karena terlalu banyak usulan yang perlu menjadi prioritas dan penajaman usulan sehingga menjadi Prioritas pembangunan untuk tahun 2023.

“Saya berharap ke depan bagaimana usulan-usulan ini dikemas sehingga tidak terlalu banyak usulan yang mana tiga usulan tersebut diperkecil kembali item-itemnya sehingga tidak bercabang terlalu banyak yang akan menimbulkan pemborosan,” katanya.

Fasha juga menyebutkan bahwa usulan-usulan tidak bisa di tampung semua, karena keterbatasan sumber daya manusia dan keterbatasan pembuangan. Pembahasan yang di lakukan yakni masalah pendidikan, kesehatan infrastruktur, terkait dengan pemulihan ekonomi nasional paska pandemi menuju endemi.

Untuk pengembangan pariwisata di Kota Jambi, Fasha mengatakan, bagaimana mendukung Pariwisata Kabupaten Kota di seputaran kota Jambi dengan menyiapkan sarana prasarana.

“Prinsipnya begini, warga Kabupaten dapat belanja di kota jambi, jadi kita buat wisata belanja, yang terkait dengan sektor jasa perdagangan wisata kita buat di Kota Jambi,” sebutnya.

Wisata Danau Sipin, Pemkot akan mengusulkan ke kementerian pariwisata untuk memperpanjang joging track, membuat Wahana hingga membangun Dermaga untuk ketek-ketek hias yang akan di buat regulasi di atur oleh BUMD untuk mengkoordinasi semua.

“Saat ini kita biarkan karena kita masih dalam proses pembangunan, apabila pembangunan sudah selesai revitalisasi Nya maka kita akan masuk BUMD ke sana nantinya untuk mengkoordinir pelaku pelaku usaha di lingkungan Danau Sipin Jambi,” terangnya,

Tak hanya itu, Fasha juga mempertanyakan mengenai aset pemerintah provinsi jambi yang tak kunjung diurus. Dirinya telah berbicara dengan kepala Balai Cipta Karya yang mana terdapat aset nasional yakni taman yang dibuat oleh Balai dan diserahkan kepada pemerintah provinsi Sampai dengan saat ini tidak digunakan.

“Kami dihimbau kepada Pemerintah Provinsi Jambi, apabila tidak mampu mengelola, serahkan kepada kami Kota. Kami akan kelola aset tersebut agar tidak seperti saat ini yang tidak terurus. Sayang kali, dibangun pemerintah pusat tapi tidak mampu kita mengelolanya,” tegasnya. (Dre)

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait