Menelusuri Pedaran, BPOM Jambi Tidak Temukan Obat PCC di Jambi

1609 views

Jambi – Sehubungan pemberitaan diberbagai media massa termasuk Media Sosial baru-baru ini terkait penyalahgunaan obat bertuliskan PCC yang beredar di Kendari, Sulawesi Tenggara hingga menyebabkan 1 (satu) orang meninggal dunia dan 42 orang lainnya harus dirawat dibeberapa Rumah Sakit di Kendari.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) saat ini tengah menelusuri peredaran obat berbahaya itu yang sempat beredar di Kota Kendari dan telah memakan korban, sebanyak puluhan pelajar harus menjalani perawatan di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Jiwa. Bahkan, dikabarkan seorang anak meninggal.

Kasus yang tengah ditangani oleh pihak Kepolisian bersama BPOM guna mengungkap pelaku peredaran obat tersebut serta jaringannya. BPOM dalam hal ini berperan aktif memberikan bantuan ahli serta uji laboratorium dalam penanganan kasus tersebut.

BPOM tengah menelusuri kasus ini lebih lanjut dan melakukan investigasi apakah ada produk lain yang dikonsumsi oleh korban. Hasil uji laboratorium terhadap tablet PCC menunjukkan positif mengandung Karisoprodol yang digolongkan sebagai obat keras.

Penyalahgunaan Karisoprodol digunakan untuk menambah rasa percaya diri, sebagai obat penambah stamina, bahkan juga digunakan oleh pekerja seks komersial sebagai “obat kuat”. Menanggapi kasus tersebut, BPOM Jambi langsung bergerak untuk menelusuri peredaran obat PCC disejumlah Apotik di Kota Jambi, Jumat (15/09).”Kami tidak temukan Obat PCC di Sarana yang kami tinjau dititik pertama yakni Apotik Mandiri didaerah Selincah, Kota Jambi. Kami hanya menemukan obat yang dikemas ulang yang berisi beberapa jenis obat disatu kemasan polos tanpa label/etiket,” kata Ujang kepada awak media, Jumat (15/09).

Selain itu, BPOM Jambi juga menghimbau kepada masyarakat untuk terus waspada dan hati-hati terhadap penyalahgunaan obat berwarna putih yang bertuliskan PCC. “Masyarakat dihimbau selalu waspada dan hati-hati, jika disekitarnya melihat dan mendapati obat yang diduga PCC itu untuk tidak mengkonsumsinya dan segera melaporkan kepada instansi terkait seperti BPOM, Kepolisian, BNN dan Dinas Kesehatan setempat,” jelasnya.

Untuk menghindari penyalahgunaan obat maupun peredaran obat ilegal, diperlukan peran aktif seluruh komponen bangsa baik instansi pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat. BPOM bersama Kepolisian dan BNN serta instansi terkait lainnya telah sepakat untuk berkomitmen membentuk suatu tim Aksi Nasional Pemberantasan Penyalahgunaan Obat tersebut.

Laporan Wartawan Provinsi Jambi (Syah)

Comments

comments

Penulis: 
    author

    Posting Terkait