Pengawasan Proyek Provinsi Masih Lemah

801 views
banner 468x60)

Beritaduo.com, Merangin– Pengawasan terhadap sejumlah Proyek Provinsi yang berlokasi dikabupaten Merangin, sejauh ini dinilai masih lemah, sehingga tidak sedikit pengerjaan proyek proyek besar dengan dana ratusan juta hingga miliaran rupiah ini, terkesan asal dikerjakan.

Sebut saja seperti proyek bangunan gedung dua lantai dengan empat ruangan Kelas SMKN 1 Merangin, sejak dibangun pada 2012 lalu, hingga saat ini gedung tersebut terbengkalai, tidak bisa digunakan karena struktur bangunan yang dinilai asal jadi, sehingga menyebabkan gedung dengan dana miliaran tersebut bergoyang, bahkan nyaris rubuh saat digunakan untuk aktifitas belajar siswa.

Selain itu, proyek yang menggunakan anggaran privinsi lainnya, yakni rehab Jembatan Jelatang, dengan dana Rp 600 juta, dari anggaran Provinsi Jambi tahun 2015 yang dikerjakan oleh CV. ALLIFINDO, belakangan juga menjadi sorotan banyak pihak, warga sekitar bahkan mengaku sangat menyayangkan lemahnya pengawasan terhadap proyek tersebut, sehingga terkesan asal dikerjakan.
‘’Setahu kami proyek tersebut menelan anggaran hingga Rp 600 juta, tapi yang dipasang untuk lantai hanya kayu biasa dengan ketebalan 4-5 cm, selain itu dalam pengerjaan proyek tersebut, juga tidak ada papan nama,” beber Mahyudin, tokoh pemuda Jelatang.

Tidak hanya itu, yang terbaru dan hingga saat ini masih menjadi sorotan, yakni proyek pembangunan jembatan Syamsudin Uban, yang berlokasi di kawasan Pasar Bangko. Proyek yang menelan dana Rp 30 miliar lebih itu bahkan telah menjadi sorotan sejak tahap awal.

Melihat kenyataan ini, sejumlah kalangan mendesak pihak berwenang, dalam hal ini pihak DPRD untuk memperketat pengawasannya.

‘’Tidak lain dan tidak bukan kesalahan utama proyek Provinsi Jambi asal jadi dimerangin ini, dipicu oleh lemahnya pengawasan dari pihak Pemrintah, dalam hal ini, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi,” kesal Ketua Lembaga Swadaya Masyrakat (LSM) Papinhas, Masduki, Rabu (9/9).

Selain tiga proyek besar tersebut, masih banyak proyek provinsi Jambi di Kabupaten Merangin yang terkesan asal asalan, semua itu menurutnya dikarekan akal akalan dari pihak rekanan, yang diduga mencari untung besar. Hal ini menurut Masduki, sejatiya menjadi tamparan keras bagi pengawas proyek tersebut.

‘’Pihak yang berwenang, seperti DPRD seharusnya lebih jeli mengawasi semua proyek yang ada, dengan demikian bisa mejadi peringatan bagi rekanan agar tidak mengerjakan proyek asal jadi,” tegasnya.

Kecaman serupa juga dilontarkan ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Isalm Indonesia (PMII) Bangko, Joni Satra, dia mengaku sangat menyayangkan, banyaknya proyek provinsi di kabupaten Merangin, yang seolah luput dari pengawasan, sehingga membuat pihak rekanan lebih leluasa untuk bekerja asal jadi.

‘’Kalau begini terus kapan pembanguan di Merangin akan dikerjakan serius dan memberi dampak yang bugus bagi daerah, kalau semua pihak tutup mata melihat kenytaan ini,” tutur Joni.
‘’Kalau Masalah jembatan dan baguan dua lantai SMK ini jelas jelas nyata bobrok, demikian juga dengan jembatan Syamsudin Uban, itu harus ada tindakan dari pengawas, agar permasalah ini tidak asal jadi, dan tidak membuahkan manfaat bagi masyarakat,” kesalnya.(MT)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)